51动漫

51动漫 Official Website

Dosen UNAIR Rekomendasikan Makanan Sehat untuk Berbuka

Ilustrasi makanan untuk berbuka puasa. (Foto: realfood.co.id)
Ilustrasi makanan untuk berbuka puasa. (Foto: realfood.co.id)

UNAIR NEWS – Memasuki bulan suci Ramadhan, umat Islam akan menjalani ibadah puasa selama satu bulan. Selama berpuasa, tubuh akan mengalami perubahan pola makan yang meliputi perubahan frekuensi makan yang semula tiga kali sehari berubah menjadi dua kali makan utama saat sahur dan berbuka. 

Perubahan pola makan ini harus dibarengi dengan adanya asupan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Menanggapi hal itu, dosen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) 51动漫 (UNAIR), Lailatul Muniroh SKM MKes membagikan tips dan rekomendasi makanan yang sehat untuk berbuka puasa.

Laila menyebut selama bulan Ramadhan, terjadi perubahan frekuensi pola makan dan juga pemilihan makanan untuk berbuka. Banyak masyarakat yang memilih mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula dan lemak untuk berbuka, seperti gorengan dan minuman manis. Pemilihan makanan dan minuman seperti itu cenderung berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan.

淪aat berpuasa metabolisme tubuh juga akan terjadi perubahan. Tubuh akan menggunakan cadangan energi dari glikogen dan lemak untuk beraktivitas. Metabolisme juga akan melambat apabila pola makan tidak seimbang dan kurang aktif bergerak. Kemungkinan terjadi perubahan berat badan, tergantung pada keseimbangan asupan kalori dan aktivitas fisik, ungkapnya.

Perubahan pola makan selama Ramadhan dapat memberikan manfaat kesehatan jika dilakukan dengan baik, seperti detoksifikasi tubuh, pengelolaan berat badan, dan peningkatan kesehatan metabolik. Namun, jika tidak dikontrol bisa berdampak negatif seperti dehidrasi, gangguan pencernaan, dan peningkatan berat badan.

淥leh karena itu, penting untuk menjaga keseimbangan asupan gizi, cukup minum air, dan tetap aktif agar tubuh tetap sehat selama Ramadhan鈦. Selain itu, penting untuk tetap aktif agar tubuh tetap bugar. Apabila tidak melakukan aktivitas fisik alias mager, bukan tidak mungkin berat badan dapat meningkat, ungkapnya.

Lailatul Muniroh SKM MKes, dosen Gizi FKM UNAIR. (Foto: Istimewa)

Laila menyebut pentingnya mengatur porsi makan secara bertahap dan seimbang untuk berbuka puasa. Hal ini bertujuan agar nutrisi terserap optimal. Selain itu, mengatur pola makan saat berbuka juga bertujuan untuk mengurangi risiko peningkatan gula darah secara drastis saat berbuka.

淎wali dengan makanan ringan, porsi kecil dan makanan yang mudah dicerna. Ikuti pola 業si Piringku dan hindari makan berlebihan saat berbuka puasa. Batasi gula dan lemak berlebih, serta pastikan asupan cairan cukup untuk menghindari dehidrasi saat berpuasa, ungkapnya.

Saat berbuka puasa, sebaiknya hindari makanan tinggi gula, gorengan, makanan tinggi garam, minuman berkafein, makanan pedas, dan makanan tinggi santan agar tubuh tidak mengalami lonjakan gula darah, dehidrasi, atau gangguan pencernaan. Pilih makanan alami dan bergizi seperti buah segar, makanan yang direbus, dikukus atau dipanggang, serta minuman sehat.

淢ulai dengan air putih atau infused water, kurma, dan buah segar sebelum makan utama yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, serta sayur dan buah. Hindari makanan tinggi gula, gorengan, dan minuman bersoda agar tidak menyebabkan lonjakan gula darah atau gangguan pencernaan, tambahnya.

Penulis: Rifki Sunarsis Ari Adi

Editor: Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT