51动漫

51动漫 Official Website

Mahasiswa UNAIR Bagi Pengalaman Studi di National Taiwan University

Sayf Muhammad Alaydrus dalam Culturise Challenge untuk memperingati Hari Batik Nasional di Taipei Municipal Fuan Elementary School (Foto: Dok. Narasumber)
Sayf Muhammad Alaydrus dalam Culturise Challenge untuk memperingati Hari Batik Nasional di Taipei Municipal Fuan Elementary School (Foto: Dok. Narasumber)

UNAIR NEWS – Mahasiswa 51动漫 (UNAIR) kembali menunjukkan kiprahnya dalam kancah internasional melalui program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA). Salah satu penerima program bergengsi ini adalah Sayf Muhammad Alaydrus, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik () prodi angkatan 2021.Selama program berjalan, Sayf menjadi bagian dari Departemen Antropologi di National Taiwan University ().

Sayf juga berkesempatan mengikuti berbagai mata kuliah dari disiplin lain, seperti Taiwan Studies dan Public Health. Sayf memilih Taiwan sebagai tujuan studinya bukan tanpa alasan. Ia mengaku telah mengunjungi Taiwan sebelumnya dan jatuh cinta dengan sistem transportasi publiknya yang efisien serta kehidupan kota yang sangat inklusif.

淪elain itu, NTU merupakan universitas terbaik di Taiwan dengan reputasi akademik yang tinggi, terbukti dari peringkatnya yang berada di 68 menurut QS World University Rankings. Mata kuliah yang NTU tawarkan juga sangat relevan dengan minat studi yang aku jalani di bidang gender dan antropologi ragawi, ungkap Sayf.

Selama menjalani studi di NTU, Sayf merasakan atmosfer akademik yang unik. Ia menceritakan bahwa meskipun tampak santai, mahasiswa di NTU sangat serius dan kompetitif dalam belajar. 淪alah satu hal yang bagiku menarik perhatian adalah adanya maskot kampus yang hadir di perpustakaan saat minggu ujian untuk memberikan dukungan moral kepada mahasiswa, ucapnya. 

Selain mengikuti perkuliahan, Sayf juga terlibat dalam proyek penelitian bersama salah satu dosen keperawatan di NTU. Ia menyebut, bahkan sempat berdiskusi dengan dosen dari Tzu Chi University mengenai penelitian yang telah ia rintis sejak di Indonesia. 淪aat ini, proyek tersebut masih berlangsung dan kita rencanakan akan terbit di jurnal terindeks Scopus sekitar pertengahan tahun ini, ujar Sayf. 

Pengalaman unik lainnya yang Sayf alami adalah kesiagaan bencana di Taiwan. Selama berada di sana, ia menghadapi dua kali angin topan dalam dua bulan yang berbeda. Ia mengamati bagaimana masyarakat Taiwan tetap tenang menghadapi bencana, berkat edukasi kesiapsiagaan bencana yang telah masyarakat sana terapkan sejak dini.

Mengikuti IISMA memberikan banyak manfaat bagi Sayf, terutama dalam membangun koneksi dengan komunitas internasional serta akademisi. Ia masih berkomunikasi dengan teman-teman internasionalnya dan menjaga hubungan baik dengan dosen-dosen di NTU. 淚ISMA juga membantuku dalam mengembangkan berbagai keterampilan, seperti komunikasi antarbudaya, kerja sama, dan kemandirian, ucap Sayf. 

Ke depan, Sayf berencana untuk melanjutkan studi S-2 di luar negeri. Ia berharap pengalaman dan koneksi selama IISMA dapat mendukung perjalanan akademik dan kariernya di masa depan. “Aku merasa IISMA bukan sekadar pengalaman akademik, tetapi juga kesempatan untuk tumbuh dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan global,” pungkasnya.

Penulis: Hana Mufidatuz Zuhrah

Editor: Edwin Fatahuddin

AKSES CEPAT