n

51

51 Official Website

Dr. Suko Hardjono: Dasari Kerja dengan Konsistensi dan Tanggung Jawab

Dr. Suko
Dr. Suko Hardjono, Drs., Apt., penulis buku Mengawal Airlangga Tanpa Henti sekaligus penerima Lifetime Achievement Bidang Kemahasiswaan dari Kementerian Riset, Teknologi, Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti).

UNAIR NEWS Atas pengabdian dan dedikasinya di bidang kemahasiswaan sejak 90-an, Dr. Suko Hardjono, Drs., Apt., terpilih sebagaiLifetime AchievementBidang Kemahasiswaan dari Kementerian Riset, Teknologi, Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti). Selama di UNAIR, Dr. Suko sempat menjabat sekretaris Jurusan Kimia Farmasi (19901993), pembantu dekan III Fakultas Farmasi (19921998), pembantu rektor III 51 (20022006), dan anggota senat akademik UNAIR (20062007).

Ada dua hal yang menjadi prinsip dalam bekerja. Yakni, konsisten ketika menekuni suatu bidang dan harus punya tanggung jawab yang tinggi, ujarnya kepada UNAIR News soal kuncinya meraih capaian tersebut.

Dua prinsip itulah yang dipegang dosen Fakultas Farmasi UNAIR yang juga penerima tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya XXX Tahun dari presiden Republik Indonesia pada 2013 tersebut. Bagi Dr. Suko, ketekunan dan keuletannya dalam bekerja menuai hasil. Bersama dengan sejawatnya, Dr. Rudolf Woodrow Matindas dari Universitas Indonesia (UI), Dr. Suko mendapat penghargaan itu.

Ketika sudah sanggup menjalani tugas, saya akan selesaikan dengan sebaik-baiknya, ungkap Dr. Suko.

Dr. Suko menjelaskan, keterlibatannya di bidang kemahasiswaan dimulai saat duduk di bangku kuliah, yaitu menjabat ketua Senat Mahasiswa Fakultas Farmasi UNAIR 1977. Pada 1993, dia diminta untuk membantu kegiatan kemahasiswaan. Pada periode 19981999, Dr. Suko sempat menjadi pembantu rektor yang sekarang dikenal dengan istilah wakil rektor (warek) menggantikan pejabat waktu itu.

Posisi saat itu kosong. Waktu itu pembantu rektor III yang dijabat alm. Dr. zainal Effendi meninggal. Dan, saya ditunjuk sebagai pejabat harian (PLH) untuk menjadi pembantu rektor III, ucapnya.

Sejak itu, eksistensi Dr. Suko di tingkat nasional terlihat. Mulai rapat koordinasi, dialog kebangsaan, pelayar kebangsaan, hingga PIMNAS. Dalam Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS) 2002 dan UNAIR sebagai tuan rumah, Dr. Suko ditunujuk sebagai ketuanya.

Lahirnya Bidikmisi, bantuan biaya pendidikan bagi calon mahasiswa tidak mampu secara ekonomi dan memiliki potensi akademik sampai lulus tepat waktu, juga mencatat nama Dr. Suko. Dia terlibat dalam lahirnya program tersebut yang resmi diluncurkan pada 2010.

Dr. Suko juga menelurkan buku Mengawal Airlangga Tanpa Hentipada 2013 yang berisi tentang kiprah dan pengalamannya di bidang kemahasiswaan. Bahkan, pada 2017, dia dilantik menjadi guru besar Fakultas Farmasi UNAIR.

Penghargaan kemristekdikti yang diberikan melalui Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) itu bertujuan meningkatkan kualitas kemahasiswaan. Pemberian itu diharapkan mampu membentuk sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul pada masa depan melalui kegiatan kemahasiswaan.

Di antara banyak penerima anugerah Kemenristekdikti 2017, UNAIR memperoleh penghargaan di dua kategori. Selain kategori Penggawa Kemahasiswaan Purna Bhakti (Tahun 2015-2017) oleh Dr. Suko Hardjono, Drs., Apt., Pusat Pembinaan Karir dan Kewirausahaan (PPKK) UNAIR terpilih menjadi Pusat Karir Terbaik bersama UI. (*)

Penulis: Helmy Rafsanjani

Editor: Feri Fenoria

AKSES CEPAT