UNAIR NEWS – HMD Bahasa dan Sastra Indonesia gelar acara pentas Puncak SUTASOMA. Acara itu diisi dengan penampilan para mahasiswa angkatan 2023 mulai dari dance, musikalisasi puisi, visualisasi, cover lagu, dan acara inti pertunjukan drama teater. Kegiatan itu berlangsung pada Minggu (1/10/2023), di Amphitheater Kampus Dharmawangsa B, UNAIR.
Puncak SUTASOMA adalah acara puncak dari proker HMD SASINDO yaitu SEMESTA. Kegiatan itu merupakan kegiatan yang seluruhnya merupakan garapan dari mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2023.
Drama Teater “Monumen”
Salsabila Khairun Nadya selaku sutradara menuturkan, judul untuk drama teater adalah Monumen karya Indra Tranggono. Teater itu, lanjutnya menceritakan dua generasi yang berbeda. Dua generasi tersebut, lanjutnya, yaitu generasi sebelum kemerdekaan dan setelah kemerdekaan.
Generasi sebelum kemerdekaan, jelas Nadya, hadir sebagai pahlawan nasionalis yang memiliki tujuan sama memerdekakan Indonesia. Sedangkan generasi setelah kemerdekaan, sambungnya, adalah generasi yang egois dan hanya mementingkan kepentingan pribadi.
Jadi, drama teater ini menggambarkan dua generasi yang sangat berlawanan, yang sebelum kemerdekaan memikirkan bagaimana bangsaku merdeka. Sedangkan, generasi sekarang hanya memikirkan bagaimana aku hidup enak, ujar sutradara teater Monumen itu.

Kritik Terhadap Pemerintah dan Masyarakat
Nadya juga menekankan, drama itu juga mengandung kritik terhadap pemerintah dan masyarakat yang berbuat tidak semestinya. Hal ini ditunjukkan dengan adegan penggusuran tugu monumen pahlawan untuk keuntungan pihak tertentu.
Drama teater ini menceritakan bobroknya pemerintah yang egois dan para rakyat biasa yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang, tambah Nadya.
Pesan untuk Para Aktor
Pada akhir, Sutradara berpesan kepada para aktor supaya tidak hanya berperan baik di dalam drama teater tapi juga pada kehidupan sehari-hari.
Jangan hanya berlaku benar di dalam drama saja, tapi harus mengimplementasikannya pada kehidupan sehari-hari. Dan, kepada para aktor yang merasa memang memiliki jiwa pada seni peran agar memperdalamnya, pungkasnya.
Penulis: Muhammad Rizal Abdul Aziz
Editor: Nuri Hermawan





