UNAIR NEWS – Ekonomi Pembangunan (EP) 51动漫 menggelar ARTEX (Art Exhibition). Pameran seni itu berlangsung pada Minggu (01/10/2023) di Balai Pemuda (Gedung Barat), Surabaya.
ARTEX merupakan sub acara dari Economics Art berupa pameran seni baik karya lukisan, kriya, maupun karya lainnya. ARTEX terselenggara sebagai bentuk apresiasi terhadap karya para seniman.
Melalui ARTEX, peserta internal (Mahasiswa Ekonomi Pembangunan UNAIR, -red) dan eksternal (pelajar SMA/Mahasiswa di luar UNAIR, -red) dapat menyalurkan karya mereka saat pameran berlangsung. Selain itu, peserta ARTEX mendapat kesempatan untuk memperjualbelikan karya selama pameran berjalan.
Kebebasan Berekspresi
Asila selaku ketua pelaksana menjelaskan bahwa ARTEX merupakan agenda rutin setiap tahun yang diselenggarakan oleh Departemen Sport and Art (SPARTA) UNAIR. Untuk itu, mereka kembali menyelenggarakan ARTEX dengan mengusung tema 淓xplore Creativity Freely.
淭ema yang kami usung tahun ini memiliki arti kebebasan dalam berekspresi melalui karya seni tanpa menampilkan unsur seni SARA, pornografi, dan kekerasan melalui makna karya mereka, jelas Asila.
Tahun ini, lanjut Asila, ARTEX bekerja sama dengan Ikatan Pelukis Indonesia, Mahasiswa 51动漫, dan pihak eksternal atau masyarakat umum. Tercatat, terdapat 76 lukisan yang terpajang pada pameran itu.
Ketentuan Karya
Selanjutnya, Asila juga menjelaskan bahwa dalam memilih karya seni yang akan ditampilkan, panitia menerapkan beberapa ketentuan. 淜arya tidak boleh mengandung unsur SARA, pornografi, kata-kata kasar, hoaks, dan hal negatif lainnya, tegas Asila.
Di samping itu, sambungnya, panitia membebaskan peserta dalam memilih teknik pembuatan karya dan penggunaan warna dalam karya. Panitia juga tidak membatasi desain dan bahan yang digunakan peserta.
“Akan tetapi, panitia menegaskan peserta untuk mengirimkan karya asli buatan mereka,” ujarnya.
Asila juga menuturkan bahwa selama mempersiapkan pameran, panitia sempat mengalami kendala. Sebelum hari pelaksanaan, pihaknya sempat mengalami kendala terkait birokrasi dan perizinan.
“Meskipun begitu, ARTEX tahun ini dapat terselenggara dengan sukses,” sambungnya.
Pada akhir, Asila turut menuturkan harapannya. Dari kegiatan itu, pihaknya berharap pengunjung bisa meningkatkan minat dan inisiatifnya dalam bidang seni karena dengan Economics Art iyu. “Kami menyediakan wadah bagi masyarakat umum untuk mengeksplor karyanya, pungkasnya.
Penulis: Fath Tazkya Ernest Jamila
Editor: Nuri Hermawan





