51动漫

51动漫 Official Website

Duel Dua Implan Murah Karya Anak Bangsa: Mana yang Lebih Kuat dan Aman untuk Perbaikan Bahu?

Cedera bahu, terutama robekan rotator cuff, adalah salah satu masalah yang sering membuat aktivitas sehari-hari terganggu. Banyak pasien mengalami nyeri, kelemahan, atau sulit mengangkat lengan. Untuk memperbaikinya, dokter ortopedi biasanya menggunakan suture anchor, yaitu sekrup kecil yang menempelkan kembali tendon ke tulang.
Selama ini sebagian besar suture anchor adalah produk impor dan harganya tidak murah. Karena itu, hadirnya produk lokal seperti TiOSH TiSA (titanium) dan TiOSH SsSA (stainless steel) menjadi solusi besar bagi rumah sakit dan pasien. Namun, pertanyaannya: apakah kualitas implan lokal ini cukup aman dan kuat?
Sebuah penelitian terbaru oleh tim dari 51动漫 dan RSUD Dr. Soetomo mencoba menjawab hal tersebut.


Apa yang Diuji?
Peneliti fokus pada dua hal:

  1. Keamanan sel (biokompatibilitas)
    Apakah bahan implan toksik atau menyebabkan sel tubuh mati?
    Pengujian dilakukan dengan metode MTT assay, yaitu melihat apakah sel mampu 渢etap hidup setelah dipaparkan material implan.
    Hasilnya mengejutkan:
    Titanium (TiOSH TiSA): 166% sel hidup
    Stainless steel (TiOSH SsSA): 171% sel hidup
    Artinya, bukan hanya aman攕el justru tumbuh dengan sangat baik! Kedua implan dinyatakan non-toksik.

  1. Kekuatan tarik (biomekanik)
    Seberapa kuat implan bertahan ketika ditarik, seperti saat pasien mulai menggerakkan bahu pascaoperasi?
    Pengujian dilakukan menggunakan tulang kepala femur manusia dan mesin uji tarik khusus. Parameter yang diukur antara lain:
    Maximum force (gaya maksimum sebelum putus)
    Tensile strength (kekuatan tarik)
    Yield strength
    Young檚 modulus (kekakuan material)
    Elongation (kemampuan mulur)
    Hasil utamanya:
    Parameter TiOSH TiSA (Titanium) TiOSH SsSA (Stainless Steel)
    Gaya maksimum 304 N 180 N
    Tensile strength 24.2 N/mm虏 14.3 N/mm虏
    Young檚 modulus 202 N/mm虏 108 N/mm虏
    Elongation lebih kecil lebih besar
    Titanium terbukti lebih kuat, lebih kaku, dan lebih stabil.
    Stainless steel tetap kuat, tetapi berada di level yang cukup untuk cedera dengan tuntutan mekanik lebih ringan.
    Menariknya, semua kegagalan terjadi karena benang UHMWPE putus, bukan karena sekrup tertarik dari tulang. Ini berarti desain bagian lubang benang (eyelet) masih berpotensi disempurnakan agar tidak merusak benang akibat gesekan.

Implikasi bagi Dokter dan Pasien

  1. Keduanya aman digunakan
    Tidak ada toksisitas sel, sehingga aman untuk implan dalam tubuh.
  2. Titanium lebih unggul untuk kasus berat
    Cocok untuk:
    robekan besar,
    tulang osteopenik,
    operasi revisi,
    pasien dengan kebutuhan fiksasi tinggi.
  3. Stainless steel cocok untuk kasus ringan搒edang
    Dengan harga lebih ekonomis, SsSA dapat menjadi pilihan efektif untuk robekan kecil hingga sedang, terutama di fasilitas kesehatan dengan keterbatasan biaya.
  4. Perlu inovasi desain
    Penelitian ini mengarahkan produsen untuk:
    menghaluskan tepi eyelet,
    menambah opsi benang berlapis atau lebih tahan gesek,
    meneliti jangka panjang terhadap tulang bahu (humerus).

Mengapa Penelitian Ini Penting?
Membuktikan produk Indonesia dapat bersaing dengan produk luar.
Membuka peluang efisiensi biaya operasi rotator cuff tanpa mengorbankan kualitas.
Memberikan data ilmiah untuk mendukung penggunaan implan lokal di rumah sakit.
Memberi dasar bagi peningkatan desain implan generasi berikutnya.


Kesimpulan Utama
Kedua suture anchor lokal擳iOSH TiSA dan TiOSH SsSA攁man dan tidak toksik.
Titanium (TiSA) lebih kuat secara biomekanik dibanding stainless steel (SsSA).
Stainless steel tetap cukup kuat untuk kasus-kasus tertentu dan lebih hemat biaya.
Semua kegagalan pada uji biomekanik disebabkan benang yang putus, bukan implan tercabut.

Penulis : Sebastian Mihardja, Teddy Heri Wardhana, Mohammad Zaim Chilmi, Heri Suroto
Judul Artikel : Comparison of biocompatibility and biomechanical characteristics between titanium and stainless steel suture anchors: An in vitro study of toxicity and tensile strength
Jurnal : Journal of Medicinal and Pharmaceutical Chemistry Research
Tautan : https://doi.org/10.48309/jmpcr.2026.525397.1702
https://jmpcr.samipubco.com/article_224201.html

AKSES CEPAT