UNAIR NEWS – Tim mahasiswa yang tergabung dalam Belajar Bersama Komunitas (BBK) ke-7 Universitas Airlangga mengadakan sosialisasi digitalisasi bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Desa Bantengan, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun. Kegiatan ini ditujukan untuk memberikan edukasi dan pendampingan terkait pembuatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan WhatsApp Business untuk usaha warga Desa Bantengan yang dilaksanakan pada Rabu (14/1/2026).
Sosialisasi ini diharapkan membantu pelaku UMKM beradaptasi dengan perkembangan teknologi di era digitalisasi. Kini, pembayaran tak lagi hanya tunai, melainkan bisa dilakukan secara instan melalui QRIS via m-banking di smartphone. Terutama bagi Gen Z yang mayoritas menyimpan uang secara non-tunai, QRIS memungkinkan transaksi lebih cepat, efisien, dan tercatat otomatis. Hal ini pun memudahkan pelaku usaha dalam mengelola keuangan secara lebih tertata.
Dalam kesempatan tersebut, Tim BBK 7 Desa Bantengan menjelaskan manfaat WhatsApp Business sebagai sarana komunikasi dan pemasaran yang efektif bagi pelaku UMKM. Fitur unggulannya dibanding WhatsApp biasa meliputi pesan cepat, katalog produk, serta profil usaha profesional. Pesan cepat membuat konsumen merasa dihargai sekaligus membantu pelaku usaha saat sibuk, sementara katalog produk memudahkan pemesanan seperti belanja di Shopee. Dengan demikian, WhatsApp Business membuat usaha tampak lebih profesional.
Kegiatan ini sejalan dengan SDG Poin 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Mahasiswa BBK 7 UNAIR berharap sosialisasi ini dapat meningkatkan penjualan pelaku UMKM, sehingga usaha mereka berkembang, menarik karyawan baru, dan menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih luas.
Peserta sosialisasi, khususnya ibu-ibu pelaku UMKM, tampak sangat antusias mengikuti materi pembuatan QRIS dan WhatsApp Business. Mereka merasa terbantu oleh penjelasan dan pendampingan Tim BBK 7 UNAIR Desa Bantengan, serta aktif bertanya dan berdiskusi sepanjang acara.
Penulis: Muhammad Ilham





