UNAIR NEWS – Sebagai desa dengan potensi pertanian yang menjanjikan, Desa Bening, Mojokerto memiliki lahan pertanian yang luas. Melihat potensi ini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Belajar Bersama Masyarakat (BBK) 5 51动漫 (UNAIR) menggagas program pembuatan eco-enzyme sebagai pupuk dan insektisida alami.
Program ini menggandeng untuk memberikan sosialisasi serta demo pembuatan eco-enzyme dengan bantuan biome-fertilizer untuk mempercepat proses fermentasi. Program ini dilaksanakan pada Minggu (19/1/25) dan proses fermentasi akan berlanjut hingga Sabtu (1/2/25).
Manfaat Eco-Enzyme
Fidela Racmadiani Azra, penanggung jawab program kerja ini memaparkan manfaat eco-enzyme. Dalam bidang pertanian, eco-enzyme dapat digunakan sebagai pupuk alami yang mampu menyuburkan tanah serta memiliki fungsi anti hama. Selain itu eco-enzyme dapat digunakan sebagai pembersih lantai, penghilang bau dan toilet.
淓co-Enzyme tentunya akan lebih ramah lingkungan karena dibuat dengan bahan dasar limbah pertanian yang ada di desa Bening. Petani tidak perlu khawatir dengan residu bahan kimia seperti yang ada pada penggunaan pestisida konvensional. Selain itu pembuatannya cukup mudah dengan alat yang tersedia di rumah, ungkapnya.
Mengenalkan BIOME UNAIR
Program ini mengundang Prof Agus sebagai pemateri dari BIOME UNAIR. Dalam kesempatan ini Prof Agus menjelaskan manfaat BIOME-FERTILIZER dalam mempercepat pembuatan eco-enzyme. Penambahan BIOME-FERTILIZER dapat mempercepat fermentasi eco-enzyme dari 1-3 bulan menjadi 1-2 minggu saja.
淒alam pembuatan eco-enzyme hanya memerlukan wadah tertutup, sampah organik, air dan gula merah serta penambahan BIOME-FERTILIZER untuk mempercepat proses fermentasi. Selain demo pembuatan eco-enzyme, kami juga mengadakan demo memperbanyak BIOME-FERTILIZER hingga mencapai jumlah 10x perbanyakan dengan bantuan tetes tebu, ungkapnya.
Respon Masyarakat
Sosialisasi ini mendapat respon baik dari masyarakat yang mana sebagian besar merupakan petani. Banyak warga yang tertarik dengan penggunaan eco-enzyme untuk pupuk dan anti hama. Hal ini didukung dengan pemberian BIOME-FERTILIZER untuk membantu pembuatan eco-enzyme di desa Bening.
淜ami berharap dengan adanya sosialisasi ini dapat meningkatkan hasil pertanian di desa Bening. Selain itu kedepannya semoga eco-enzyme dapat digunakan menjadi pembersih lantai dan penghilang bau toilet. Untuk eco-enzyme sedang dalam proses fermentasi dan menunjukkan keberhasilan dan siap untuk dibagikan ke warga, tambahnya.
Penulis: Rifki Sunarsis Ari Adi
Editor: Khefti Al Mawalia





