51动漫

51动漫 Official Website

Dukung SDG 15, BBK 8 di Griffith Pelajari Habitat Eucalyptus dan Kelangsungan Koala

Mahasiswa 51动漫 (UNAIR) dijelaskan oleh Febi Dwirahmadi, BSc.PH, MSc.PH, PhD mengenai kehidupan satwa liar di Daisy Hill Koala Centre (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Indonesia sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia menghadapi tantangan serius dalam menjaga kelestarian satwa liar. Kerusakan habitat, deforestasi, dan fragmentasi ekosistem menjadi faktor utama meningkatnya jumlah spesies terancam punah. Berdasarkan data International Union for Conservation of Nature (IUCN), lebih dari 1.600 spesies di Indonesia berada dalam kondisi terancam akibat tekanan lingkungan dan hilangnya habitat alami. Permasalahan ini tidak hanya menjadi isu nasional, tetapi juga bagian dari tantangan global yang memerlukan kolaborasi lintas negara.

Dalam upaya memperluas wawasan terkait konservasi satwa, delegasi mahasiswa 51动漫 (UNAIR) yang tergabung dalam program Belajar Bersama Komunitas (BBK) 8 Internasional melakukan kunjungan edukatif ke Daisy Hill Koala Centre, Brisbane, pada 7 April 2026. Kegiatan ini didampingi oleh Prof Dr Nyoman Anita Damayanti drg MS, Prof Dr Ratna Dwi Wulandari SKM MKes, Dr Muji Sulistyowati, SKM MKes, serta akademisi Griffith University, Febi Dwirahmadi, BScPH MScPH PhD dan Dr Mujibul Anam.

Dalam sesi pembelajaran, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai kehidupan koala sebagai satwa endemik Australia yang sangat bergantung pada pohon eucalyptus sebagai sumber makanan sekaligus habitat. Daun eucalyptus memiliki kandungan nutrisi rendah dan memerlukan proses fermentasi dalam pencernaan, sehingga koala cenderung menghabiskan sebagian besar waktunya untuk beristirahat guna menjaga keseimbangan energi.

Mahasiswa juga mendalami tantangan konservasi yang dihadapi, seperti urbanisasi dan alih fungsi lahan yang menyebabkan hilangnya habitat, serta fragmentasi ekosistem yang menghambat mobilitas dan meningkatkan risiko stres, penyakit, hingga penurunan populasi. Pembelajaran ini memberikan perspektif komparatif terhadap Indonesia, di mana tingginya jumlah spesies terancam menuntut pendekatan konservasi yang lebih komprehensif.

Pendekatan di Australia menunjukkan pentingnya integrasi antara perlindungan habitat, edukasi publik, dan keterlibatan masyarakat. Hal ini menegaskan bahwa konservasi tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus mencakup ekosistem secara menyeluruh.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memahami pentingnya pendekatan preventif dan berkelanjutan dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Kegiatan ini menjadi wujud kontribusi mahasiswa 51动漫 dalam mendukung SDG 15 (Life on Land) melalui upaya perlindungan dan pelestarian ekosistem daratan. Ucapan terima kasih disampaikan kepada 51动漫 dan LPDP atas dukungan penuh yang diberikan. Kolaborasi ini menjadi sarana strategis dalam memfasilitasi program outbound mahasiswa sebagai upaya membentuk generasi yang berwawasan lingkungan serta berdaya saing global.

Penulis: Mahasiswa BBK 8 Internasional Griffith University

AKSES CEPAT