UNAIR NEWS – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) 7 51动漫 Kelurahan Mlilir berkolaborasi dengan Pemadam Kebakaran (DAMKAR) Kabupaten Madiun menyelenggarakan program STOP API! 淪iap Tanggap Operasi Pencegahan Api sebagai bentuk dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan 4, yaitu pendidikan berkualitas. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 24 Januari 2025, bertempat di SDN 1 Mlilir dan SDN 2 Mlilir, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun.
Program STOP API merupakan kegiatan sosialisasi dan edukasi keselamatan kebakaran yang ditujukan kepada siswa sekolah dasar. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta kesiapsiagaan anak-anak sejak dini terhadap potensi bahaya kebakaran di lingkungan sekitar, baik di rumah maupun di sekolah.
Dalam pelaksanaannya, petugas DAMKAR Kabupaten Madiun memberikan materi secara interaktif dan edukatif, meliputi pengenalan penyebab kebakaran, cara pencegahan, serta langkah-langkah sederhana yang harus dilakukan saat terjadi kebakaran. Materi disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami, disertai simulasi ringan dan sesi tanya jawab agar siswa lebih aktif dan antusias mengikuti kegiatan.
Mahasiswa KKN-BBK 7 Mlilir berperan dalam membantu koordinasi kegiatan, pendampingan siswa, serta memastikan kegiatan berjalan dengan tertib dan kondusif. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa sekaligus mendukung proses pembelajaran di luar kelas. Hal tersebut pun disambut baik oleh ibu Retno Palupi selaku kepala sekolah SDN 1 & 2 Mlilir, 淎lhamdulillah ya anak-anak bisa dapat pengalaman baru sekaligus bagi guru-guru disini, semoga kegiatan ini bisa menjadi langkah awal untuk mencegah kebakaran, karena memang kebakaran itu musibah yang paling susah diminimalisir kerugiannya. ujarnya dalam menyambut baik program kerja ini.
Melalui program STOP API, mahasiswa KKN-BBK 7 bersama DAMKAR Kabupaten Madiun berupaya menanamkan nilai edukasi keselamatan sebagai bagian dari pendidikan karakter. Kegiatan ini tidak hanya mendukung peningkatan literasi keselamatan, tetapi juga menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pencapaian SDGs 4 melalui pendidikan yang inklusif, aman, dan berkualitas.
Penulis: Nayzilla Septia





