Kegiatan pengolahan jelantah menjadi lilin menjadi salah satu inisiatif yang dilakukan
oleh Kelompok BBK 7 51动漫 Mlilir untuk edukasi lingkungan. Tujuannya
membangun kesadaran masyarakat terkait pentingnya daur ulang limbah rumah tangga seperti
minyak jelantah yang jika dibuang sembarangan dapat mencemari kebersihan air dan kesuburan
tanah. Mahasiswa BBK 7 mengajak warga desa mengumpulkan minyak jelantah, lalu
mengolahnya melalui proses penyaringan, pencampuran dengan parafin, serta penambahan
aroma alami essential oil. Hasilnya adalah lilin aromaterapi bernilai jual yang aman dan estetis.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Hari Minggu, 25 Januari 2026 bertempat di Balai
Kelurahan Mlilir. Dalam pelaksanaanya selain melibatkan peserta BBK 7, juga melibatkan ibu-
ibu PKK Kelurahan Mlilir.
Penanggung Jawab kegiatan, Febiola Mawar Berlianti, menjelaskan bahwa program ini
dirancang untuk mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan. “Dalam melaksanakan kegiatan
ini, kami ingin mengedukasi para ibu rumah tangga mengenai bahayanya pembuangan minyak
jelantah secara sembarangan. Alternatif lain dapat dilakukan dengan mengolah jelantah menjadi
lilin aromaterapi yang justru memiliki nilai jual dan manfaat bagi keindahan yang saya kira bisa
menjadi kesukaan bagi para ibu-ibu” ujarnya.
Antusiasme warga terlihat jelas sepanjang sesi praktik berlangsung. Salah satu peserta,
Bu Yuliana mengungkapkan kesan positifnya terhadap pelatihan ini, 淜egiatannya sangat
bermanfaat. Saya jadi tahu kalau minyak jelantah bisa diolah jadi lilin yang cantik dan bernilai
jual. InsyaAllah nanti ingin saya sosialisasikan lagi ke ibu-ibu lain supaya makin banyak yang
tahu dan ikut memanfaatkan jelantah. .
Melalui sentuhan inovasi ini, mahasiswa BBK 7 UNAIR berharap dapat mendorong
kemandirian masyarakat dalam mengelola limbah domestik. Langkah ini sekaligus menjadi
kontribusi nyata dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada
aspek Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.





