51

51 Official Website

Dukung SDGs 8, Mahasiswa BBK 7 Kesilir Hadirkan Pelatihan UMKM Berkelanjutan

(Foto: Dok. Tim BBK)

BANYUWANGI – Mahasiswa 51 (UNAIR) melalui program Belajar
Bersama Komunitas (BBK) Ke – 7 menggelar kegiatan Workshop Digitalisasi UMKM di
Desa Kesilir, Kabupaten Banyuwangi pada Kamis, (22/1/2026). Kegiatan tersebut merupakan
salah satu program unggulan yang diusung oleh kelompok BBK 7 Kesilir selama periode
kegiatan BBK di Desa Kesilir berlangsung.


Mujahid Abdullah, selaku ketua kelompok BBK 7 Kesilir menyampaikan bahwa program
Workshop Digitalisasi UMKM ini digelar sebagai jawaban atas keresahan masyarakat Desa
Kesilir tentang stagnasi perkembangan UMKM yang dimiliki oleh warga. Selain itu, arus
kencang digitalisasi yang mulai merambah masuk di daerah pedesaan seperti Kesilir ini harus
diimbangi dengan pemahaman mendalam tentang teknologi digital, terutama untuk para
pelaku UMKM.


Ya tentunya, Kegiatan ini diadakan sebagai jawaban atas aspirasi yang disampaikan oleh
masyarakat ketika kami melakukan penjaringan aspirasi di minggu pertama KKN, ujar
Mujahid saat diwawancarai pada Kamis, (22/1/2026).
Selain itu, kita melihat bahwa perkembangan digitalisasi yang semakin cepat juga perlu
diimbangi akan pemahaman terkait teknologi digital. Apalagi untuk perkembangan usaha
yang dimiliki oleh pelaku UMKM, imbuh Mujahid.


Lebih lanjut, Mujahid menjelaskan bahwasanya program ini tidak hanya akan berhenti
setelah pelatihan selesai. Tapi juga akan terus berlanjut bahkan ketika program BBK 7 telah
selesai. Ia juga menyebut, komunikasi telah dijalin dengan baik antara perangkat desa dan
juga pemateri untuk keberlanjutan dari pengembangan UMKM di Desa Kesilir.
Alhamdulillah. Tadi telah terjalin komunikasi yang baik antara pemateri dan juga pihak
desa. Sesuai dengan rencana awal kami untuk membuat program yang berkelanjutan, bahkan
ketika kami sudah selesai menjalankan program BBK 7, jelas Mujahid.


Kegiatan ini turut menghadirkan pemateri yang merupakan seorang praktisi berpengalaman.
Dengan bisnisnya Oreng Osing yang telah menguasai hampir seluruh pusat oleh-oleh di
daerah Banyuwangi selatan. Alan Ahmad Maulana menyampaikan bahwa Desa Kesilir memiliki potensi kuat untuk meningkatkan level para pelaku UMKM. Apalagi Kesilir sebagai jalur utama untuk menujU destinasi wisata, para pelaku UMKM di sini harusnya bisa dengan mudah mengembangkan
unit usaha mereka.

Kesilir ini potensi pengembangan UMKM nya saya lihat juga tinggi peluangnya. Di sini kan
jalur wisata, kalau bapak-ibu yang hadir di sini sudah betul dan sesuai cara-cara ataupun
taktik berjualannya, pasti akan mudah nantinya usaha bapak-ibu untuk berkembang semakin
pesat, ucap Alan ketika menyampaikan materi

Alan juga mengapresiasi semangat dan antusiasme para pelaku UMKM Desa Kesilir ketika
sesi konsultasi sedang berlangsung. Hampir semua dari 25 peserta yang hadir turut
membagikan pengalaman dan keresahan mereka ketika sedang menjalani usaha. Terutama
pertanyaan mengenai stagnasi usaha mereka, padahal sudah berjalan selama bertahun-tahun.
Tadi acara berjalan dengan sangat luar biasa, para pelaku UMKM begitu aktif untuk
berdiskusi. Menceritakan pengalaman-pengalaman mereka selama menjalani usaha. Salah
satu yang paling banyak ditanyakan adalah mengapa usaha mereka stagnan. Masih di situ-situ
saja, terang Alan ketika diwawancarai selepas acara.

Sementara itu, salah satu perangkat desa, Pak Dimas mengungkapkan rasa senangnya atas
kegiatan yang diselenggarakan adik-adik mahasiswa dari UNAIR. Ia juga berharap akan
keberlanjutan akan pengembangan UMKM terus berjalan dengan baik kedepannya.
Senang sekali ketika ada program yang keberlanjutan seperti ini. Adik-adi dari UNAIR ini
luar biasa, semoga rencana yang sudah disusun dapat terus berjalan dengan baik, untuk
pengembangan UMKM di Desa Kesilir, ungkap Dimas.

Workshop Digitalisasi UMKM menjadi bentuk implementasi dari kelompok BBK 7 Kesilir
untuk menerapkan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-8, yakni Pekerjaan Layak
dan Pertumbuhan Ekonomi. Kelompok BBK 7 Kesilir meyakini bahwa UMKM merupakan
salah satu pilar utama dalam membangun perekonomian yang lebih baik.

Penulis: Mujahid Abdullah

AKSES CEPAT