E-commerce, yang didorong oleh penggunaan internet dan teknologi komunikasi, dianggap sebagai strategi yang menjanjikan untuk pengembangan bisnis, baik di negara maju maupun negara yang masih berkembang. Ini menjadi kunci penting, terutama bagi usaha mikro dan kecil (UMK), yang membentuk sebagian besar sektor bisnis di banyak negara. Penelitian ini berfokus pada Industri Mikro dan Kecil (IMK) di Indonesia, yang merupakan bagian dari sektor manufaktur. Tujuan penelitian ini adalah untuk secara empiris menguji dampak strategi E-commerce pada kinerja IMK dan apakah ukuran perusahaan memoderasi hubungan ini.
E-commerce memiliki potensi untuk mendorong perkembangan perusahaan dengan mempromosikan rantai nilai internasional, meningkatkan akses pasar, dan menurunkan biaya operasional. Di Indonesia, IMK telah relatif lambat dalam mengadopsi E-commerce, meskipun penetrasi internet yang tinggi. Hanya sebagian kecil IMK yang terlibat dalam penjualan dan pembelian online pada tahun 2020. Ukuran perusahaan dianggap sebagai faktor signifikan yang mungkin memengaruhi dampak E-commerce pada kinerja bisnis. Perusahaan yang lebih besar sering dianggap memiliki sumber daya yang lebih baik, seperti sumber daya manusia dan keuangan, yang dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam memanfaatkan E-commerce secara efektif.
Penelitian ini berfokus pada sektor manufaktur, khususnya IMK, karena sejauh ini telah sedikit dipelajari dalam konteks adopsi E-commerce dan dampaknya pada kinerja bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi celah ini dengan menguji hubungan antara adopsi E-commerce dan kinerja IMK, dengan fokus khusus pada peran moderasi ukuran perusahaan. Dampak E-commerce pada kinerja bisnis telah dieksplorasi dalam penelitian sebelumnya, dengan hasil yang bervariasi. Beberapa penelitian menemukan efek positif, sementara yang lain melaporkan dampak negatif pada kinerja. Berbagai faktor, termasuk ukuran perusahaan, dapat memengaruhi hasil ini. Oleh karena itu, penting untuk melakukan penelitian yang mempertimbangkan variabel-variabel ini dalam konteks manufaktur.
Penelitian ini memiliki signifikansi dalam beberapa hal. Pertama, ini mengisi celah dalam literatur yang ada dengan fokus pada IMK, khususnya di Indonesia, di mana penelitian tentang topik ini terbatas. Kedua, penelitian ini menguji bagaimana ukuran perusahaan memengaruhi hubungan antara adopsi E-commerce dan kinerja bisnis. Ketiga, penelitian ini memberikan wawasan baik bagi IMK maupun pemerintah tentang bagaimana teknologi E-commerce dapat dimanfaatkan untuk pertumbuhan dan perkembangan. Secara keseluruhan, E-commerce memiliki potensi untuk sangat memengaruhi kinerja Industri Mikro dan Kecil, terutama dalam sektor manufaktur. Namun, hubungan antara adopsi E-commerce dan kinerja bisnis mungkin dipengaruhi oleh ukuran perusahaan. Penelitian ini mengatasi celah penelitian yang ada dengan mempertimbangkan dinamika ini dalam konteks IMK di Indonesia. Hasil dari penelitian ini dapat memberikan wawasan berharga bagi perusahaan dan para pembuat kebijakan dalam memanfaatkan E-commerce untuk pertumbuhan dan perkembangan.
Metode dan Hasil
Penelitian ini menggunakan metode empiris untuk menjelajahi dampak adopsi E-commerce pada kinerja IMK. Tujuan utamanya adalah untuk menjawab dua pertanyaan pokok: 1) Bagaimana efek dari strategi E-commerce pada kinerja IMK di Indonesia? 2) Apakah ukuran perusahaan memoderasi hubungan antara adopsi E-commerce dan kinerja IMK?
Penelitian ini menggunakan data dari IMK di Indonesia dan teknik statistik untuk menganalisis hubungan antara adopsi E-commerce dan kinerja bisnis sambil mempertimbangkan efek moderasi ukuran perusahaan. Data dari berbagai sumber, termasuk statistik pemerintah dan survei, digunakan untuk menciptakan dataset yang komprehensif untuk analisis.
Hasil dari penelitian ini dapat memiliki implikasi praktis baik bagi IMK maupun para pembuat kebijakan. Memahami dampak E-commerce pada kinerja IMK dan peran ukuran perusahaan dalam memoderasi hubungan ini dapat membantu perusahaan membuat keputusan yang terinformasi tentang adopsi strategi E-commerce. Selain itu, pemerintah dapat menggunakan pengetahuan ini untuk mengembangkan kebijakan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan IMK melalui E-commerce.
Penulis: Martini, Doddy Setiawan, Desi Adhariani, Iman Harymawan, Mulyo Widodo
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:





