51动漫

51动漫 Official Website

ECIRS vs PCNL sebagai Tata Laksana Batu Ginjal yang Besar dan Kompleks

Foto oleh Urology Specialty Care of Miami

Batu ginjal merupakan salah satu kelainan terbanyak di saluran kemih. Kondisi ini terjadi pada sekitar 12% populasi dunia. Batu saluran kemih menyebabkan nyeri, urine berdarah, mual, muntah, serta demam akibat infeksi. Selain itu, infeksi dalam jangka waktu lama dapat menyebabakan kerusakan ginjal. Terdapat beberapa cara untuk tatalaksana batu ginjal antara lain dengan pemberian obat, ESWL,dan prosedur pembedahan. Berbagai faktor seperti ukuran batu dan letak batu penting untuk menetukan jenis tatalaksana yang akan dikerjakan.

Batu ginjal dengan ukuran yang besar sering kali membutuhkan pembedahan terbuka. Panduan European Association of Urology (EAU) menyebutkan bahwa Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL) adalah standar baku untuk batu dengan ukuran lebih dari 20 mm. Terapi ini efektif , minimal invasif, dengan tingkat kemanan yang baik. Namun, untuk tatalaksana batu yang kompleks seperti batu staghorn diperlukan beberapa kali prosedur PCNL yang dapat meningkatkan komplikasi tindakan ini. Seiring dengan perkembangan waktu, beberapa perbaikan prosedural dikembangkan untuk meminimalisir komplikasi antara lain dengan menggunakan ukuran instrument yang lebih kecil, posisi supine, tubeless PCNL, dan Endoscopic Combined Intrarenal Surgery (ECIRS).

Prosedur kombinasi PCNL dengan endoskopi intra renal menggunakan fleksibel URS dikenal dengan nama ECIRS. Prosedur ini memungkinkan untuk melakukan teknik penusukan dan dilatasi pada saat PCNL lebih akurat sehingga meminimalisir terjadinya komplikasi. Selain itu, dengan menggunakan fleksibel URS dapat dilakukan pemecahan dan pengambilan fragmen batu secara simultan sehingga lebih efektif dalam satu waktu pembedahan. Penelitian ini merupakan telaah sistematis dan meta-analisis yang membandingkan manfaat dan keamanan ECIRS dengan PCNL.

Penelitian ini disusun dengan menggunakan panduan PRISMA dan terdaftar di database PROSPERO. Artikel didapatkan secara online melalui pencarian secara sistematis di database EMBASE, ScienceDirect, dan PubMEd hingga Agustus 2021. Beberapa variable yang dinilai pada penelitian ini meliputi angka bebas batu, waktu operasi, penurunan hemoglobin, kejadian urosepsis, dan prosedur tambahan. Dari pencarian awal dengan menggunakan kata kunci yang telah ditentukan, didapatkan 264 artikel. Kemudian setelah dilakukan proses evaluasi hasil akhir didapatkan 6 penelitian yang memenuhi kriteria untuk tinjauan sistematis dan meta-analisis.

Analisis dibedakan berdasarkan tipe PCNL yaitu PCNL konvensional dan mini PCNL (PCNL dengan instrumen yang lebih kecil). Dari analisis didapatkan bahwa ECIRS memiliki angka bebas batu pada prosedur pertama lebih tinggi secara signifikan dibandingkan PCNL konvensional  maupun miniPCNL. Tidak didapatkan perbedaan waktu operasi, penurunan Hb pada kelompok ECIRS, PCNL konvensional, dan mini PCNL. Pada kelompok ECIRS memiliki kejadian urosepsis yang lebih rendah secara signifikan dibandingkan kelompok PCNL konvensional. Prosedur PCNL baik konvensional dan miniPCNL juga membutuhkan prosedur tambahan lebih banyak dibandingkan ECIRS.

Sebagai kesimpulan, telaah sistematis dan meta analisis ini menunjukkan bahwa ECIRS adalah prosedur yang aman dan efektif untuk tata laksana batu ginjal yang besar dan kompleks. ECIRS lebih unggul dibandingkan PCNL karena memiliki angka babas batu lebih tinggi pada prosedur pertama serta lebih sedikit menimbulkan komplikasi dan prosedur tambahan.

Penulis: Lukman Hakim, dr., M.Kes., Ph.D.

Informasi lengkap tulisan ini dapat diakses pada laman :

Widyokirono DR, Kloping YP, Hidayatullah F, Rahman ZA, Ng AC, Hakim L. Endoscopic Combined Intrarenal SurgeryvsPercutaneous Nephrolithotomy for Large and Complex Renal Stone: A Systematic Review and Meta-Analysis. J Endourol. 2022 Jul;36(7):865-876. doi: 10.1089/end.2021.0761. Epub 2022 Jun 24. PMID: 35152754.

AKSES CEPAT