51动漫

51动漫 Official Website

Edukasi Calon Pengantin Secara Offline Lebih Efektif untuk Pencegahan Balita Stunting

Foto oleh Pinterest

Kecukupan gizi pada masa prakonsepsi diketahui menentukan output kelahiran anak dan pertumbuhan anak serta menunjang fungsi alat reproduksi agar dapat berperan optimal. Sayangnya banyak pasangan yang belum mengetahui pentingnya pengaturan gizi prakonsepsi yang harus diterapkan sebelum ibu hamil. Hal ini diperparah dengan tingginya angka menikah di usia muda dan berkontribusi hingga 35% angka kejadian stunting. Tingginya permasalahan ibu selama masa kehamilan menunjukkan pentingnya gizi prakonsepsi dan dibutuhkan pendidikan gizi dan promosi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku sehat dalam mempersiapkan kehamilan. Sebagai salah satu upaya menurunkan angka stunting, maka dibutuhkan peningkatan pengetahuan dan kapasitas pada remaja dan calon pengantin agar dapat mempersiapkan kehamilan yang sehat, salah satunya adalah dengan memberikan kursus persiapan pra nikah.

Berdasarkan data Survey Ekonomi Nasional (Susenas) sejak tahun 2010, sejumlah kabupaten dan kecamatan di Sumatera Utara menjadi pusat terjadinya kasus perkawinan anak tertinggi di Indonesia hingga diatas 50%, diantaranya di Nias Utara, Sitolu Ori, Alasa Talumuzoi, hingga Deli Serdang. Hal ini tentu saja menjadi salah satu faktor yang menjadikan angka stunting tinggi di Sumatera Utara karena rendahnya pengetahuan kegizian sebelum menikah. Selain itu, stunting juga dapat dipengaruhi oleh pola asuh yang kurang baik terutama pada aspek perilaku, terutama pada praktek pemberian makan bagi bayi dan balita, serta rendahnya akses terhadap pelayanan kesehatan, termasuk akses sanitasi dan air bersih. Pola asuh dan status gizi sangat dipengaruhi oleh pemahaman orang tua dalam mengatur kesehatan dan gizi di keluarganya. Karena itu, persiapan dan edukasi pranikah diperlukan agar dapat mengubah perilaku calon pengantin yang dapat mengarahkan pada peningkatan kesehatan ibu dan anak.

Kursus persiapan pra nikah adalah pendekatan personal untuk mempersiapkan calon pengantin dalam hal kesiapan psikologi, kesehatan, dan ekonomi. Kursus dan konseling pranikah telah terbukti dapat meningkatkan pemahaman tentang kesehatan reproduksi. Namun sayang hingga saat ini kurikulum dalam kursus persiapan pranikah belum membahas mengenai permasalahan gizi prakonsepsi dan persiapan gizi keluarga padahal hal ini penting diketahui calon pengantin terutama dalam mempersiapkan kehamilan dan mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Sehingga pada penelitian ingin dibandingkan antara metode online dan offl ine pemberian materi gizi prakonsepsi dalam kursus persiapan pernikahan dengan tujuan agar dapat menentukan metode yang paling efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perubahan konsumsi zat gizi agar dapat membantu calon pengantin dalam mempersiapkan gizi yang baik untuk keluarga.

Dalam penelitian kali ini tim bekerjasama dengan Gerakan Unimed Mengabdi (GUM), KOMAZI (Komunitas Mahasiswa Gizi), Lembaga Keluarga Generasi Emas Sumatera Utara, Klinik Nikah Medan (KLIK), BKKBN Sumatera Utara, DP3A Sumatera Utara, dan Pemprov Sumatera Utara. Materi pembelajaran dibuat berdasarkan konstruksi Health Belief Model dengan meningkatkan niat, sikap, norma subjektif, dan perceived behavioral control terhadap gizi prakonsepsi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui  terdapat perbedaan sebelum dan sesudah pemberian edukasi gizi prakonsepsi pada kursus persiapan pernikahan. Metode offline mampu meningkatkan pengetahuan terkait gizi prakonsepsi secara signifikan. Oleh karena itu pemberian edukasi gizi prakonsepsi pada kursus persiapan pernikahan lebih direkomendasikan diberikan secara offline karena memungkinkan proses edukasi yang lebih efektif dan terjadi interaksi dua arah. Adapun untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan meningkatkan pengetahuan terkait gizi prakonsepsi calon pengantin yang lebih luas, program edukasi gizi prakonsepsi dapat dijadikan kurikulum tetap dalam kursus persiapan pernikahan sehingga dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi prakonsepsi pada calon pengantin.

Penulis : Dominikus Raditya Atmaka, S.Gz., M.PH.

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

Dominikus Raditya Atmaka, Nila Reswari Haryana, Qonita Rachmah, Stefania Widya Setyaningtyas, Anisa Lailatul Fitria, Azizah Ajeng Pratiwi, Allifah Nurria Nastiti, Asri Meidyah Agustin, Rian Diana, Mahmud Aditya Rifqi. (2022). Perbandingan Metode Online dan Offline dalam Peningkatan Awareness Calon Pengantin terhadap Gizi Prakonsepsi sebagai Upaya Pencegahan Stunting pada Kursus Persiapan Pernikahan. Media Gizi Indonesia, SP(1): 1-5.

AKSES CEPAT