51动漫

51动漫 Official Website

Tingkat Stress Ikan Kerapu Cantang Selama Pengendalian dengan Ekstrak Daun Pepaya dengan Perendaman

Foto oleh YouTube

Ikan kerapu cantang merupakan komoditas perikanan yang memiliki peluang baik di pasaran karena nilai gizi dan ekonomisnya yang tinggi. Ikan kerapu cantang adalah ikan hasil perkawinan silang antara kerapu macan dan kerapu kertang yang memiliki keunggulan seperti bisa dibudidayakan di keramba jaring apung (KJA) maupun di tambak, pertumbuhannya cepat, dan lebih tahan terhadap penyakit bahkan perubahan lingkungan yang ekstrim (Ismi dkk., 2013). Sampai dengan saat ini permintaan pasar ekspor  selalu  mengalami peningkatan sebesar sekitar 30,75 % setiap tahunnaya. Hal ini akan berdampak  terhadap perlu adanya peningkatan percepatan produksi budidaya ikan kerapu cantang (Suhaili dkk., 2020). Data BPS (2020) mencatat nilai ekspor ikan kerapu hidup Indonesia periode Januari 2019 sampai Januari 2020 banyak mengalami fluktuatif. Volume ekspor kerapu hidup tertinggi terjadi pada bulan Maret 2019 yang mencapai 317.874 ton dan volume ekspor terendah terjadi pada bulan Agustus 2019 dengan total 99.316 ton.

Salah satu kendala utama dalam upaya peningkatan produksi ikan kerapu adalah adanya serangan penyakit, yang dapat menyebabkan kerugian besar. Berbagai upaya sudah banyak dilakukan dengan penggunaan anti biotik maupu bahan kimia lain, akan tetapi belum memenuhi target, dan kenyataannya kasus-kasus serangan pada ikan kerapu masih tinggi di lapangan. Salah satu alternatif bahan obat yang dapat digunakan untuk pengendalian penyakit yaitu dengan menggunakan ekstrak daun pepaya lokal dan daun pepaya jepang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun pepaya sebagai antiparasit terhadap tingkat stress dan tingkat konsumsi oksigen selama proses pengendalian Zeylanicobdella pada ikan kerapu cantang dengan perendaman. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap faktorial 6 perlakuan dan 3 ulangan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang sangat nyata   (p<0,01) antara dosis dan lama waktu perendaman perasan daun papaya terhadap kadar glukosa darah dan tingkat konsumsi oksigen ikan kerapu cantang dan terdapat pengaruh interaksi sangat nyata (p&lt;0,05) antara dosis dan lama waktu perendaman perasan daun papaya terhadap kadar glukosa darah dan tingkat konsumsi oksigen ikan kerapu cantang. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang sangat nyata pemberian dosis 0,1% dengan lama waktu perendaman perasan daun papaya 60 menit dan terdapat pengaruh interaksi antara dosis 0,1% dan lama waktu perendaman perasan daun papaya 60 menit terhadap kadar glukosa darah dan tingkat konsumsi oksigen ikan kerapu cantang.

Penulis: Gunanti Mahasri

Departemen Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Unair

Informasi detail dari riset ini dapat dibaca  pada tulisan di bawah ini :

Amali, I. , G. Mahasri, L. Sulmartiwi, 2022. PHYSIOLOGICAL RESPONSE OF CANTANG GROUPER AS ZEYLANICOBDELLA CONTROL WITH PAPAYA LEAF EXTRACT AS AN ANTIPARASITIC AGENT. Jurnal Biosains Pascasarjana (24)(2): 66 -73, DOI 10.20473/jbp.v24i2.2022.66-73

AKSES CEPAT