UNAIR NEWS – Program kerja bertajuk Edukasi Literasi Keuangan dan Daur Ulang Sampah melalui
Tabungan Kreatif dilaksanakan sebagai upaya menanamkan kesadaran lingkungan dan
pemahaman literasi keuangan sejak usia dini. Kegiatan ini dirancang untuk mengenalkan
anak-anak pada konsep menabung sekaligus mengajak mereka memanfaatkan sampah kaleng
bekas menjadi barang yang bernilai guna.
Kegiatan ini melibatkan mahasiswa sebagai fasilitator dan anak-anak sebagai peserta utama.
Melalui pendekatan edukatif dan praktik langsung, peserta diajak memahami pentingnya
menjaga lingkungan dengan cara memilah dan mendaur ulang sampah, serta mengenal
literasi keuangan dasar seperti konsep menabung dan membedakan antara kebutuhan dan
keinginan. Anak-anak tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga terlibat aktif
dalam proses pembuatan tabungan kreatif dari kaleng bekas.
Program ini dilaksanakan pada [tanggal kegiatan] di [lokasi kegiatan]. Selama kegiatan
berlangsung, anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian acara, mulai dari
pengenalan materi hingga praktik pembuatan celengan. Aktivitas prakarya ini juga bertujuan
untuk mengasah kreativitas, ketelitian, serta rasa tanggung jawab anak terhadap barang yang
mereka buat sendiri.
Salah satu peserta kegiatan, HanHan, mengungkapkan kesannya mengikuti kegiatan tersebut.
Aku senang bisa bikin celengan dari kaleng bekas. Jadi bisa nabung sendiri dan tahu kalau
sampah bisa dipakai lagi, ujarnya.
Melalui program ini, diharapkan anak-anak dapat menerapkan kebiasaan menabung sejak
dini serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Program kerja ini mendukung
SDG 4 (Quality Education) melalui edukasi literasi keuangan dasar dan pengembangan
karakter anak, serta SDG 12 (Responsible Consumption and Production) dengan mendorong
praktik daur ulang dan pemanfaatan sampah secara kreatif.





