UNAIR NEWS “ Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan tanah sebagai fondasi utama pertanian masih tergolong rendah. Kondisi ini dipengaruhi oleh ketergantungan petani pada pupuk kimia bersubsidi seperti Urea dan Phonska, yang penggunaannya sering kali tidak disesuaikan dengan kebutuhan tanah, melainkan mengikuti keterbatasan ketersediaan pupuk di lapangan. Menyikapi permasalahan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) 51¶¯Âþ (Unair) menggelar sosialisasi bertajuk Teknik Pertanian Semi-Organik pada Kamis (22/01/2026) di Balai Desa Tlanak, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan.
Kegiatan ini diikuti oleh 38 anggota GAPOKTAN Desa Tlanak yang secara aktif terlibat dalam proses budidaya hingga panen padi. Ketua KKN-BBK7 Tlanak, Tieri, menjelaskan bahwa sasaran kegiatan dipilih karena petani memiliki peran langsung dalam menjaga keberlanjutan lahan pertanian. œPetani adalah aktor utama dalam pengelolaan tanah, sehingga meningkatnya pengetahuan mereka akan berdampak langsung pada kualitas hasil pertanian, ujarnya.
Kenalkan Praktik Pertanian Semi-Organik
Sosialisasi tersebut diawali dengan penjelasan mahasiswa BBK-7 Unair mengenai penyebab utama keasaman tanah, seperti curah hujan tinggi, penggunaan pupuk nitrogen berlebih, tidak dilakukannya pengapuran (liming), serta kondisi alami tanah Indonesia yang cenderung asam akibat aktivitas vulkanik. Tanah yang bersifat asam menyebabkan tanaman tidak merespons pupuk secara optimal, pertumbuhan gulma lebih dominan, serta menurunnya produktivitas padi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi interaktif berupa tanya jawab antara pemateri dan peserta.
Sebagai solusi, peserta diperkenalkan pada sistem bertani semi-organik, yakni kombinasi penggunaan pupuk kimia secara terukur dengan bahan organik. Materi meliputi pemupukan urea dan Phonska satu kali per minggu, pemanfaatan kompos sebagai buffer pH tanah, penggunaan asam humat sebagai sumber karbon, serta penambahan mikronutrisi. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan terkait pembuatan pupuk dan pestisida organik mandiri, yang diperkuat dengan pemutaran video tutorial.
Kegiatan ini sejalan dengan SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan) dan SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui peningkatan kapasitas petani dan penguatan sektor pertanian berkelanjutan. Program kerja sosialisasi KKN-BBK7 Desa Tlanak menuai respon positif dari partisipan. Banyaknya pertanyaan serta tanggapan yang diberikan selama sesi tanya jawab memberikan bukti mengenai ketertarikan para petani terhadap sistem semi-organik yang diusulkan. Bahkan, Tidak sedikit warga yang meminta penyuluhan serupa dapat diadakan kembali . Rahayuningsih, kepala Desa Tlanak menyampaikan apresiasi tinggi terhadap materi yang diberikan. œMas ini saya suruh nandur cabai saja di lahan saya, tidak usah balik ke Surabaya ujarnya.





