Pengembangan obat merupakan masalah yang krusial pada industri farmasi. Metode sintesis yang dilakukan pada pengembangan obat dapat digunakan metode konvensional melalui reaksi organik yang sering memerlukan pemanasan yang tinggi dan waktu yang relatif lama. Metode konvensional ini membutuhkan sumber panas, termasuk digunakannya penangas pasir, penangas minyak atau mantel pemanas listrik. Teknik ini disamping membutuhkan waktu yang lama juga menghasilkan panas/energi yang banyak terbuang. Disamping itu pemanasan dengan cara konvensional dapat menyebabkan pemanasan yang terlokalisasi, sehingga menyebabkan terjadinya overheating, degradasi produk, substrat atau degradasi reagen ketika terpapar suhu yang tinggi dalam waktu yang lama. Metode iradiasi gelombang mikro merupakan salah satu metode sintesis yang ramah lingkungan (green chemistry) sehingga perlu dikembangkan dalam memperoleh senyawa obat baru.
Publikasi di jurnal internasional bereputasi tentang pengaruh katalis montmorillonite K-10 pada sintesis senyawa turunan khalkon yaitu senyawa (E)-1-phenyl-3-(2-methoxyphenyl)-2-propen-1-one telah dilakukan. Sintesis menggunakan metode iradiasi gelombang mikro merupakan salah satu metode green chemistry. Publikasi pada jurnal terindeks WoS yaitu Jurnal Pharmacy Education (2024), Nomor 24 issue 3 , halaman 69-74. URL
Penelitian ini dilakukan oleh Suzana dkk bertujuan mengetahui pengaruh katalis montmorillonite K-10 pada sintesis (E)-1-phenyl-3-(2-methoxyphenyl)-2-propen-1-one dengan metode iradiasi gelombang mikro. Sintesis secara konvensional telah dilakukan dengan waktu reaksi yang lebih lama sekitar dua jam dan menghasilkan limbah hasil reaksi yang lebih besar. Metode iradiasi gelombang mikro lebih ramah lingkungan karena pelarut yang digunakan lebih sedikit sehingga hasil samping lebih kecil, disamping itu dibutuhkan waktu reaksi yang relatif singkat hanya sembilan menit. Katalis montmorillonite K-10 belum pernah digunakan pada sintesis senyawa (E)-1-phenyl-3-(2-methoxyphenyl)-2-propen-1-one. Senyawa (E)-1-phenyl-3-(2-methoxyphenyl)-2-propen-1-one merupakan salah satu senyawa derivat khalkon. Derivat senyawa khalkon diketahui memiliki bermacam-macam aktivitas biologis diantaranya sebagai antibakteri, antioksidan, antikanker, dan antijamur.
Sintesis senyawa (E)-1-phenyl-3-(2-methoxyphenyl)-2-propen-1-one melalui reaksi kondensasi Claisen Schmidt menggunakan iradiasi gelombang mikro dapat dilakukan pada daya dengan kekuatan 400 Watt selama sembilan menit. Identifikasi senyawa hasil sintesis menggunakan spektroskopi UV-Vis, inframerah dan NMR, untuk memastikan yang terbentuk adalah senyawa yang kita inginkan. Hasil reaksi memberikan senyawa bentuk serbuk kekuningan dengan titik lebur 53-54oC. Prosentase hasil reaksi 4,98%. Optimasi kondisi reaksi lebih lanjut diperlukan agar diperoleh hasil reaksi yang lebih besar.
Penulis: Suzana





