51动漫

51动漫 Official Website

Pengaruh Rasio Asam Stearat dan Asam Oleat Terhadap Karakteristik Nanostructured Lipid Carrier Natrium Diklofenak

Pengaruh Rasio Asam Stearat dan Asam Oleat Terhadap Karakteristik Nanostructured Lipid Carrier Natrium Diklofenak
Sumber: Kavacare

Natrium diklofenak merupakan obat golongan Non Steroid Anti Inflammatory Drug (NSAID) yang banyak digunakan dalam pengobatan osteoarthritis karena efek antiinflamasi dan analgesiknya (Nguyen et al., 2017). Penggunaan natrium diklofenak secara oral dapat menimbulkan efek samping pada gastrointestinal, sehingga solusinya adalah natrium diklofenak diberikan secara transdermal.  Natrium diklofenak memiliki nilai log P 1,13 (Annisa et al., 2016), sehingga hanya sedikit yang dapat menembus kulit. Untuk meningkatkan nilai log P dari natrium diklofenak diperlukan sistem penghantaran khusus seperti Nanostructured Lipid Carrier (NLC). NLC merupakan generasi kedua dari Solid Lipid Nanoparticles (SLN). NLC terdiri dari lipid padat dan lipid cair yang distabilkan oleh surfaktan. Asam stearat digunakan sebagai lipid padat karena dapat meningkatkan fleksibilitas struktur lipid yang memungkinkan penggabungan zat aktif dalam jumlah yang besar (Souto et al., 2022). Asam oleat digunakan sebagai lipid cair didasarkan pada kemampuannya dalam mengurangi kristalisasi dari matriks lipid, sehingga obat yang dimuat dapat menjadi lebih besar (Dantas et al., 2018). Pencampuran lipid padat dan lipid cair tersebut dapat mempengaruhi ukuran partikel dan efisiensi penjebakan NLC. Salah satu penelitian menunjukkan penggunaan asam stearat dan asam oleat dengan rasio 6:4 menghasilkan ukuran partikel dietilamonium diklofenak NLC sebesar 300 nm dan efisiensi penjebakan di atas 70% (Hendradi et al., 2017). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio asam stearat dan asam oleat terhadap karakteristik NLC natrium diklofenak meliputi organoleptis, ukuran partikel, indeks polidispersitas, pH, viskositas, zeta potensial, dan efisiensi penjebakan.

Pada penelitian ini, NLC yang memuat natrium diklofenak dibuat menggunakan metode high shear homogenization (HSH) dengan melebur asam stearat dan asam oleat dengan rasio 6:4, 7:3, dan 8:2 pada suhu 75潞C yang kemudian ditambahkan natrium diklofenak dan dihomogenkan dengan ultra turax homogenizer pada 3800 rpm selama 5 menit. Disisi lain, disiapkan Tween 80 dalam dapar fosfat dalam pH 6 卤 0,05 yang dipanaskan pada suhu yang sama. Selanjutnya, campuran fase lipid dan fase air tersebut dihomogenkan pada 13000 rpm selama 5 menit 2 siklus. Hasilnya didinginkan hingga mencapai suhu ruang 25潞C dengan pengadukan menggunakan magnetic stirrer pada 50 rpm. NLC yang terbentuk dilakukan penimbangan untuk memastikan berat akhirnya.

Hasil pengamatan organoleptis menunjukkan bahwa semua formula NLC berwarna putih yang disebabkan oleh warna dari natrium diklofenak, berbau mentol, dan menunjukkan perbedaan pada konsistensi NLC, dimana konsistensi NLC menurun dengan meningkatnya konsentrasi lipid cair. Berdasarkan hasil pengujian ukuran partikel menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi lipid cair semakin kecil ukuran partikel NLC yang dihasilkan, hal ini dimungkinkan karena lipid cair memungkinkan pembentukan partikel menjadi lebih kecil. Hasil uji statistik dengan ANOVA menunjukkan bahwa semua formula NLC memiliki ukuran partikel yang berbeda bermakna, sehingga perbedaan rasio asam stearat dan asam oleat dapat mempengaruhi ukuran partikel NLC. Hasil pengujian indeks polidispersitas menunjukkan bahwa semua formula NLC memiliki indeks polidispersitas < 0,5, dimana pengujian ini menggambarkan tingkat keseragaman suatu sistem, sehingga NLC natrium diklofenak dengan nilai indeks polidispersitas tersebut memiliki keseragaman ukuran yang homogen (Luo et al., 2017; Danaei et al., 2018). Berdasarkan hasil pengukuran pH menunjukkan bahwa pH seluruh formula NLC masuk dalam rentang pH kulit yaitu 4,00 hingga 6,80, sehingga tidak menyebabkan iritasi pada kulit (Kon et al., 2017). Hasil uji statistik dengan ANOVA menunjukkan bahwa semua formula NLC memiliki viskositas yang tidak berbeda bermakna, sehingga perbedaan rasio asam stearat dan asam oleat tidak mempengaruhi viskositas NLC. Adapun zeta potensial pada semua formula NLC lebih besar dari -25 mV yang menunjukkan kestabilan sistem NLC. Berdasarkan hasil uji efisiensi penjebakan menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi lipid cair semakin besar efisiensi penjebakan yang dihasilkan, sehingga perbedaan rasio asam stearat dan asam oleat dapat mempengaruhi efisiensi penjebakan. Kesimpulan: Rasio asam stearat dan asam oleat (6:4, 7:3, 8:2) dapat mempengaruhi karakteristik NLC meliputi ukuran partikel dan efisiensi penjebakan.

Penulis: Prof. Esti Hendradi, dra., M.Si., Apt., Ph.D

Link:

Baca juga: Efek Anti-Inflamasi Kalsium Hidroksida Dikombinasikan dengan Asam Ellagic

AKSES CEPAT