Daun Kelor, Sambiloto dan MTX
Ekstrak daun kelor (M. oleifera) dan daun sambiloto (A. paniculata) sudah banyak dilaporkan memiliki efek antihiperglikemia pada kasus diabetes mellitus atau kencing manis. Kedua ekstrak herbal tersebut berasal dari tanaman yang sering digunakan oleh masyarakat sebagai sayur atau obat tradisional di Indonesia.
Sedangkan pada penelitian terbaru melaporkan bahwa Methotrexate (MTX) yang digunakan dalam pengobatan anti-kanker atau kemoterapi, ternyata dalam dosis tertentu juga memiliki efek antihiperglikemia. Penelitian terdahulu dilakukan pada model coba diabetes mellitus tipe 1, dan belum banyak dilakukan pada model selainnya
Diabetes Mellitus
Pada kasus diabetes mellitus, kerusakan jaringan dapat terjadi karena disregulasi metabolisme karbohidrat dan glukosa yang menyebabkan peningkatan stres oksidatif sel dan jaringan tersebut, yang salah satunya berkaitan dengan naiknya tingkat inflamasi jaringan. Hal ini juga terjadi pada jaringan tulang panjang, dan dapat menyebabkan modulasi respons penyembuhan saat terjadi patah tulang.
Komposisi sel-sel tulang pada jaringan diafisis dapat mengalami perubahan dan prosesnya melibatkan ekspresi sitokin proinflamasi yang berlebihan termasuk interleukin-6. Oleh karena itu, tim peneliti dari Departemen Anatomi, Histologi dan Farmakologi, Fakultas Kedokteran, 51动漫, Surabaya, Indonesia mengadakan suatu penelitian perbandingan efek individual dan kombinasi antara ketiga bahan antihiperglikemia di atas (ekstrak daun kelor, ekstrak daun sambiloto dan MTX) yang diberikan per oral terhadap tingkat inflamasi dan kerusakan jaringan tulang panjang pada hewan model diabetes mellitus tipe-2 untuk mengetahui potensi efeknya terhadap level sitokin proinflamasi IL6- interleukin 6, serta histopatologi jaringan tulang panjang. Diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai data dasar penelitian lanjutan agen-agen tersebut pada penderita diabetes, baik sebagai regimen terapi dan/ atau suplemen.
Hasil Penelitian
Sebelumnya, tim telah melakukan studi permulaan untuk menentukan dosis optimal dari ketiga bahan tersebut, dan studi ini telah mendapatkan ijin etik dari Komite Etik Penelitian Kesehatan. Dari penelitian ini ditemukan bahwa ekstrak daun kelor, daun sambiloto maupun MTX masing-masing memiliki efek antiinflamasi/ anti radang yang signifikan dibandingkan kelompok kontrol.
Sedangkan kombinasi MTX dan ekstrak daun kelor dapat meningkatkan berat badan hewan coba model diabetes mellitus, meskipun ketiga bahan di atas tidak secara signifikan dapat menurunkan level gula darah acak maupun trabekulasi diafisi jaringan tulang panjang hewan coba tersebut. Hasil penelitian ini perlu dilanjutkan ke tahap uji klinis untuk dapat mengetahui efeknya pada penderita. Hasil penelitian ini telah diterbitkan pada jurnal internasional bereputasi dan terindeks Scopus.
Penulis: Prof. Viskasari P. Kalanjati, dr., M.Kes., PA(K)., Ph.D.
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
https://medic.upm.edu.my/upload/dokumen/2024032111074011_MJMHS_0460.pdf
Baca juga: Deteksi Anomali tanpa Pengawasan pada Ekstraksi Daun Kelor





