51动漫

51动漫 Official Website

Efek Modal Intelektual terhadap Kinerja Organisasi di BUMN Indonesia

Efek Modal Intelektual terhadap Kinerja Organisasi di BUMN Indonesia
Sumber: Insureon

Tantangan yang ditimbulkan oleh dunia yang bergejolak, tidak pasti, kompleks, dan ambigu (VUCA), di mana organisasi harus cepat beradaptasi untuk mencapai kinerja optimal di tengah persaingan global dan kemajuan teknologi. Menekankan sifat multidimensi kinerja organisasi, yang mencakup aspek non-keuangan dan metrik keuangan, penelitian ini menyoroti modal intelektual sebagai aset tak berwujud penting yang terdiri dari dimensi manusia, struktural, dan relasional (Bontis, 1998). Hal ini menggarisbawahi peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam perekonomian Indonesia yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 untuk memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan perekonomian nasional. Meskipun kinerja BUMN mengalami peningkatan, kontribusi mereka masih tertinggal dibandingkan entitas seperti Temasek di Singapura dan Khazanah di Malaysia. Penelitian terdahulu menemukan bahwa investasi pada modal intelektual secara signifikan meningkatkan kinerja BUMN di Indonesia, tercermin dari rata-rata koefisien nilai tambah modal intelektual (VAIC) sebesar 39,9 pada tahun 2020, yang menunjukkan penciptaan nilai yang besar dibandingkan dengan investasi.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh langsung modal intelektual terhadap organisasi kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia dan anak perusahaannya. Selain itu juga menguji apakah hubungan tersebut dimediasi oleh inovasi terbuka dan dimoderasi oleh inersia organisasi.

Penelitian ini dirancang sebagai penelitian kuantitatif. Metode survei adalah Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada para manajer tingkat atas BUMN dan mereka anak perusahaan. Sebanyak 293 kuesioner disebarkan kepada responden dan diperoleh 97 tanggapan untuk analisis lebih lanjut. Pemodelan persamaan struktural kuadrat terkecil parsial (PLS-SEM) digunakan untuk menguji hipotesis. Kerangka penelitian mediasi-moderasi digunakan.

Studi kami mengatasi kesenjangan dalam memahami dampak modal intelektual terhadap kinerja organisasi di BUMN Indonesia, menguji peran mediasi inovasi terbuka dan efek moderasi dari inersia organisasi. Dengan sampel sebanyak 97 responden, temuan kami mendukung hipotesis kami. Pertama, modal intelektual secara positif mempengaruhi kinerja. Kedua, inovasi terbuka memediasi sebagian hubungan ini. Ketiga, kelembaman organisasi melemahkan dampak positif modal intelektual terhadap kinerja. Hasil ini menekankan pentingnya organisasi beradaptasi dengan kondisi dinamis untuk kinerja optimal, menggarisbawahi pentingnya faktor-faktor, yaitu:

modal intelektual, inovasi terbuka, dan kelambanan organisasi.

Studi kami menawarkan empat kontribusi utama terhadap literatur mengenai modal intelektual dan kinerja organisasi serta praktik manajerial. Pertama, laporan ini memberikan dukungan empiris terhadap RBV dan KBV dengan menunjukkan dampak langsung dan tidak langsung dari modal intelektual terhadap kinerja perusahaan.

kinerja organisasi, khususnya melalui inovasi terbuka dan kelambanan organisasi. Kedua, hal ini menggarisbawahi pentingnya bagi para manajer untuk secara efektif mengelola faktor-faktor seperti modal intelektual, inovasi terbuka dan inersia organisasi untuk mengoptimalkan kinerja organisasi. Ketiga, temuan kami memberikan masukan berharga bagi Kementerian BUMN untuk merumuskan kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja BUMN. Terakhir, studi ini menyoroti peran masyarakat dalam mempengaruhi kinerja BUMN, menganjurkan investasi pada modal intelektual, dukungan terhadap inovasi terbuka, dan kemauan untuk menerima perubahan yang bermanfaat.

Penulis: Prof. Dr. Bambang Tjahjadi, S.E., M.BA, Ak.

Link:

Baca juga: Kelayakan Kerja Berkelanjutan, Identifikasi Organisasi, dan Pemberdayaan Psikologis

AKSES CEPAT