Sel surya adalah jenis teknologi rekayasa energi terbarukan yang dapat mengubah foton dari radiasi cahaya matahari untuk diubah menjadi energi listrik. Besarnya energi yang dapat dikonversi oleh sel surya ditentukan oleh waktu insolasi efektif atau disebut dengan peak sun hours (PSH). Analisis PSH ini bertujuan untuk mengetahui potensi energi matahari yang diperoleh di lokasi geografis sepanjang tahun. Letak geografis dan posisi koordinat astronomis suatu daerah tertentu mempengaruhi PSH. Oleh karena itu, orientasi pemasangan panel surya yang meliputi ketinggian, kemiringan, dan garis lintang permukaan panel surya perlu diperhatikan agar mendapatkan energi surya yang maksimal. Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh para engineer dalam menentukan orientasi pengembangan panel surya di suatu daerah.
Metode Analisa
Fokus utama penelitian ini adalah menganalisis nilai PSH yang sebenarnya di Indonesia dengan menggunakan lokasi 51动漫, Surabaya sebagai titik analisis. Kedua, dengan nilai PSH yang ditentukan dengan menganalisis data dari lapangan, dapat digunakan untuk merancang sistem tenaga surya (PLTS) fotovoltaik yang andal di Indonesia. Analisis nilai PSH dapat digunakan untuk menentukan ukuran dan konfigurasi susunan panel surya yang dibutuhkan untuk sistem. Selain itu, juga dapat digunakan untuk memprediksi dan mengoptimalkan produksi energi dalam sistem tenaga surya fotovoltaik.
Implementasi dan Hasil
Keluaran daya yang ditampilkan setiap jam adalah hasil keluaran daya rata-rata selama 3 bulan. Waktu titik awal PSH adalah titik yang mencapai lebih dari 60% daya puncak. Sedangkan waktu berakhirnya PSH adalah titik dimana kurang dari 60% dari daya puncak. Berdasarkan nilai rata-rata tersebut dapat ditentukan zona PSH adalah diantara titik awal dan titik akhir. Maka dari pengujian ini, PSH berada pada interval 09:30-14:00.
PLTS on grid yang terpasang di wilayah 51动漫 Kampus C berkapasitas 5,4 kWh dengan sistem 24 Volt. Energi yang dinormalisasi, rasio kinerja, insiden global dalam kolom, dan daya yang disuntikkan ke dalam nilai grid adalah nilai yang dianalisis menggunakan perangkat lunak PVsyst. Orientasi PVsyst telah disesuaikan termasuk koordinat geografis dan astronomis, kemiringan permukaan sel surya, dan data penyinaran matahari untuk wilayah (51动漫, Jawa Timur) selama satu tahun. Dengan demikian, nilai PSH dan keluaran energi dari panel surya dapat dianalisis mengenai hubungan antara yang dianalisis dari perangkat lunak.
Dari penelitian ini, dapat disimpukan bahwa PSH merupakan indikator yang menentukan besarnya keluaran energi yang dibutuhkan dalam pemasangan panel surya khususnya pada panel surya 5,4 kWh di kawasan 51动漫, Surabaya, Jawa Timur. Berdasarkan pendataan PSH dengan menggunakan metode observasi, rata-rata PSH di daerah pengamatan adalah 4,5 jam. Nilai PSH dapat menghasilkan energi rata-rata sebesar 3,28 kWh/hari dan nilai performance ratio sebesar 0,831. Dengan demikian, analisis nilai PSH dapat menjadi acuan bagi para teknisi dan konsumen energi terbarukan pada instalasi panel surya.
Penulis: Prisma Megantoro, ST. MEng.
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
atau
[1] P. Megantoro, M. A. Syahbani, I. H. Sukmawan, and S. D. Perkasa, 淓ffect of peak sun hour on energy productivity of solar photovoltaic power system, vol. 11, no. 5, pp. 24422449, 2022, doi: 10.11591/eei.v11i5.3962.





