Nyeri punggung bawah (NPB) merupakan masalah kesehatan yang jika tidak ditangani dapat menyebabkan disabilitas dan menurunkan produktivitas kerja hingga menurunkan kualitas hidup penderita. Menurut Global Burden of Disease Study, dari tahun 1990 hingga tahun 2017, insiden jumlah pasien NPB mengalami peningkatan. Prevalensinya lebih tinggi pada wanita (8,01%) dibandingkan pria (6,94%) dan meningkat seiring dengan meningkatnya usia (usia puncak 80-89 tahun). Prevalensi years lived with disability (YLDs) akibat NPB secara umum meningkat dari 42,5% pada tahun 1990 menjadi 52,7% pada tahun 2017. Prevalensi NPB di Indonesia mencapai 18%. Status disabilitas sangat penting dalam evaluasi rehabilitasi pada pasien dengan nyeri punggung bawah. Penilaian perubahan derajat disabilitas setelah terapi pada pasien dengan NPB dapat digunakan kuisioner. Salah satu kuisioner yang sering digunakan pada pasien NPB adalah Roland Morris Disability Questionnaire (RMDQ).
Penelitian pada bidang kesehatan tentang nyeri kronis hingga modalitas fisik dan terapi latihan untuk mengurangi nyeri kronis sudah banyak berkembang. Saat ini juga telah berkembang penggunaan modalitas listrik Transcutaneous Auricular Vagus Nerve Stimulation (tVNS). Stimulasi nervus vagus diharapkan dapat mengurangi nyeri dari berbagai jalur, antara lain sebagai anti nosiseptif dan inflamasi, serta mempengaruhi aspek psikologi pada pasien dengan nyeri. Penelitian ini bertujuan menganalisis efek penambahan terapi tVNS pada terapi latihan terhadap status disabilitas pada pasien nyeri punggung bawah kronis di Poli Rawat Jalan Instalasi Rehabilitasi Medis RSUD Dr. Soetomo Surabaya.
Total subjek penelitian adalah 22 orang yang telah memenuhi kriteria inklusi serta tidak memenuhi kriteria eksklusi. Penambahan Transcutaneous Auricular Vagus Nerve Stimulation dengan frekuensi 25 Hz pada kelompok perlakuan sudah sesuai dengan rekomendasi dari Food and Drug Administration (FDA). Peresepan terapi latihan peregangan dan penguatan juga sudah sesuai dengan rekomendasi American College of Sports Medicine (ACSM).
Hasil pada penelitian ini, penambahan tVNS pada terapi latihan tidak menunjukkan perbedaan status disabilitas yang diukur dengan RMDQ, dibandingkan dengan pemberian terapi latihan saja pada pasien nyeri punggung bawah kronis. Hal ini dapat disebabkan beberapa faktor. Rata – rata, pada penelitian tentang tVNS sebelumnya, penilaian intensitas nyeri dilakukan setelah 30 hari pemberian tVNS, hanya ada 1 penelitian yang menilai setelah 4 hari pemberian tVNS. Penelitian ini termasuk yang menilai secara dini efek penambahan tVNS terhadap intensitas nyeri yang berpengaruh terhadap status disabilitas, yaitu setelah 2 minggu stimulasi. Perbedaan metodologi termasuk lokasi, durasi, frekuensi, pulse width, intensitas, dan mode stimulasi juga dapat menjadi faktor tidak adanya perbedaan tersebut. Pada kedua kelompok juga mendapatkan terapi latihan. Terapi latihan dalam waktu singkat sudah dapat meningkatkan fungsi dan mengurangi nyeri pada pasien nyeri punggung bawah.
Dampak pemberian terapi latihan pada nyeri punggung bawah kronis jelas ditunjukkan pada penelitian ini, yang hasilnya sejalan dengan penelitian yang ditemukan dalam literatur, sedangkan penambahan stimulasi nervus vagus pada terapi latihan pada pasien nyeri punggung bawah kronis tidak berpengaruh pada penelitian ini. Dari perhitungan effect size (Cohen檚 d), baik kelompok perlakuan maupun kelompok kontrol sama-sama memberi pengaruh yang besar terhadap penurunan status disabilitas yang diukur menggunakan RMDQ.
Pasien dengan nyeri punggung bawah membatasi aktivitas fisik dengan ketakutan terhadap perburukan nyeri, dan restriksi aktivitas sehari-hari yang menyebabkan disabilitas. Terapi latihan yang disarankan padan pasien nyeri punggung bawah efektif untuk mengurangi nyeri hingga menurunkan disabilitas. Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan durasi latihan yang relatif lebih singkat (2 minggu) dibandingkan penelitian- penelitian sebelumnya telah dapat menurunkan status disabilitas pada pasien nyeri punggung bawah kronis. Dan bagian penting dari penelitian ini adalah penelitian ini merupakan penelitian yang dilakukan pertama kali di Indonesia untuk melihat efek penambahan tVNS pada terapi latihan terhadap status disabilitas pada pasien nyeri punggung bawah kronis.
Penulis: Lydia Arfianti, dr.,Sp.KFR
Jurnal:





