51动漫

51动漫 Official Website

Tren Topik Penelitian Terkait Daging Halal sebagai Komoditas antara Scopus dan Web of Science

IL by SINDOnews

Daging halal menjadi semakin penting sejak COVID-19 berdampak pada dunia, terutama di masyarakat Muslim. Umat Islam hanya diperbolehkan mengkonsumsi makanan yang dianggap halal. Daging penting untuk memasok nutrisi bagi tubuh, terutama untuk pemulihan jaringan manusia di dalam tubuh yang telah rusak akibat virus SARS-CoV-2. Tanpa nutrisi yang cukup, kemajuan pemulihan akan terhambat, dan mungkin sulit untuk bertahan dari penyakit SARS-CoV-2. Studi tentang daging halal dan rantai pasok yang terkait telah dilakukan oleh para peneliti di seluruh dunia untuk mengidentifikasi solusi terbaik untuk mempertahankan pasokan daging halal. Menurut studi Fuseini et al., (2021), daging halal dapat dianggap sebagai penggerak utama industri lokal di dunia Muslim untuk berkembang di era pandemi.

Studi yang membandingkan daging halal sebagai topik penelitian dari berbagai lembaga pengindeksan dengan jurnal global masih sedikit. Apalagi topik daging halal sebagai komoditas di pasar sangat minim, baik di Scopus maupun Web of Science. Kajian ini juga menggunakan publikasi yang berkaitan dengan Indonesia sebagai negara dengan komunitas muslim terbesar di dunia. Dengan kebaruan tersebut, penelitian ini dapat memberikan wawasan baru tentang kehalalan daging sebagai komoditas. Jumlah karya ilmiah yang sangat banyak dapat memudahkan kegiatan penelitian karena merupakan sumber referensi yang komprehensif sebagai pedoman dalam melakukan proses penelitian. Berdasarkan latar belakang tersebut, perlu dicermati bagaimana topik produk halal dimasukkan dalam publikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengamati tren bagaimana topik daging halal dibahas dalam artikel yang diterbitkan yang diindeks oleh Scopus dan Web of Science.

Penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan pendekatan bibliometrik dalam pengambilan sampel. Sampel yang digunakan adalah artikel yang diterbitkan dari database Scopus dan Web of Science (SCI) dari tahun 2006 hingga 25 Oktober 2021. Sebanyak 154 sampel ditemukan dari cSopus dan 50 sampel di Web of Science (SCI). Analisis dilakukan oleh VOSviewer dan biblioshiny. Secara keseluruhan, 154 artikel dari Scopus dan 50 dari SCI dianalisis. Scopus dan SCI menunjukkan tren penelitian yang berbeda. Apalagi, artikel dari Scopus didominasi oleh penulis Indonesia; orang-orang dari SCI tidak. Pertumbuhan sumber artikel yang diterbitkan di SCI lebih dinamis daripada di Scopus. Tren penelitian dalam artikel dari SCI lebih terfokus pada jenis daging dan sumbernya sendiri. Ini berbeda dengan artikel di Scopus, yang lebih menekankan rantai pasokan.

Penulis: Dr. Tika Widiastuti, S.E., M.Si.

Jurnal:

AKSES CEPAT