Ginjal merupakan organ vital dalam tubuh manusia. Ginjal menjalankan 3 fungsi penting yang dibutuhkan oleh tubuh yakni, filtrasi, homeostasis dan hormonal. Ginjal memfiltrasi kandungan kandungan dalam plasma darah, melakukan fungsi pembuangan sisa metabolisme, mengatur keseimbangan pH dan ion dalam cairan tubuh serta sebagai kelenjar mengeluarkan hormon tertentu yang dibutuhkan tubuh. Seringkali dikarenakan perannya yang sangat vital, gangguan ginjal sangat berdampak pada kesehatan tubuh manusia secara keseluruhan. Penyakit kardiovaskular misalnya adalah contoh penyakit yang terkait erat dengan fungsi ginjal sebagai bagian dari sistem Renin-Angiotensin-Aldosteron, sistem yang setidaknya sangat penting dalam menjaga komunikasi antara pembuluh darah dan ginjal dalam menjaga homeostasis tubuh. Gangguan ginjal dapat disebabkan oleh faktor yang sangat bervariasi. Secara eksogen misalnya, gangguan ginjal dapat distimulasi oleh paparan bahan-bahan yang nefrotoksik yakni bahan yang dalam jumlah tertentu di atas ambang batas aman dapat berdampak pada kesehatan jaringan glomerulus maupun tubulus yang ada di ginjal. Obat-obat tertentu yang lazim digunakan secara aman dalam batas tertentu, jika digunakan dengan tanpa pantauan tenaga kesehatan dan menyebabkan akumulasi yang cukup tinggi di ginjal dapat juga menyebabkan kerusakan ginjal.
Dalam penelitian oleh Gul dkk (2023) disebutkan bahwa ekstrak kacang tanah (Arachis hypogaea) yang ditengarai mengandung banyak senyawa aktif secara farmakologi diantaranya dari golongan flavonoid dan tanin mempu menghambat progresifitas kerusakan ginjal yang ditimbulkan paparan akut senyawa nefrotoksik. Dalam penelitian ini dilakukan pengujian dengan memodelkan penyakit gangguan ginjal pada hewan coba dengan diikuti kajian etik yang sesuai. Model hewan coba yang dibuat adalah hewan yang terinduksi gagal ginjal akut dengan induksi pemberian antibiotik gentamisin secara sistemik. Secara klinis, gentamisin termasuk antibiotika yang dapat menimbulkan resiko gangguan ginjal dan untuk itu harus diresepkan oleh dokter untuk penggunaannya, sebagaimana antibiotika pada umumnya. Gentamisin pada model gagal ginjal akut mampu menampilkan fitur gagal ginjal yakni peningkatan level urea darah dan kreatinin di serum. Studi histologi juga menunjukkan kerusakan jaringan ginjal jika dibandingkan kelompok tanpa perlakuan dengan gentamisin. Model penyakit gagal ginjal akut ini kemudian digunakan sebagai target pengobatan dengan menggunakan ekstrak etanol Arachis hypogaea maupun ekstrak n-heksan-nya, atau kita sebut sebagai fase minyak-nya. Hasil penelitian tersebut menunjukkan baik ekstrak etanol maupun minyak nya mampu memberikan efek proteksi pada kerusakan jaringan ginjal, baik dikonfirmasi melalui marker darahnya yakni kadar urea dalam darah maupun kadar kreatinin-nya. Profil histologi jaringan ginjal pun mengalami perbaikan jika menggunakan ekstrak etanol dan minyak dari Arachis hypogaea. Meskipun ada pertimbangan toksisitas yang muncul pada tinggi tertentu dari ekstrak dan minyak-nya, namun potensi farmakologi sangat menarik untuk digali lebih dalam.
Arachis hypogaea lebih umum kita kenal sebagai kacang tanah. China dan Amerika merupakan penghasil terbesar dunia atas komoditi makanan ini. Penggunaannya tidak hanya sebagai kudapan namun lebih banyak digunakan sebagai komponen masakan di berbagai negara. Olahan Arachis hypogaea dalam bentuk sederhana, minyak kacang maupun selai ditengarai memiliki kandungan senyawa tanin dan flavonoid yang sangat bermanfaat untuk kesehatan. Selaras dengan hasil penelitian di atas, kacang tanah tidak akan hanya menjadi komponen utama dalam dunia kuliner namun juga dapat dorong untuk masuk berkontribusi dalam dunia pengobatan modern. Hal ini dapat dilakukan dengan mengembangkan penelitian yang mengisolasi kandungan, menguji aktifitas farmakologi serta mengklarifikasi mekanisme dari senyawa kandidat obat yang ada di kacang tanah. Beberapa kandungan yang sudah umum kita kenal sebagai entitas bahan alam yang sangat potensial di dalam kacang tanah adalah trans-resveratrol dan (-)-Epigallocatechin, senyawa yang dikenal sebagai antioksidan yang sangat efektif. Asal tetap mengingat bahwa pada beberapa orang, kacang-kacangan tetaplah sumber senyawa purin yang tinggi sehingga mengkonsumsinya dalam jumlah cukup banyak akan menyebabkan peningkatan kadar asam urat darah.
Penulis : Chrismawan Ardianto, Ph.D., Apt.
Merujuk pada publikasi Gul et al., 2023 Frontier in Bioscience (Landmark Ed) 2023, 28(1), 14. .





