Amiodarone adalah obat anti aritmia yang sering digunakan untuk mengobati kelainan irama jantung, terutama yang tidak teratur. Namun, salah satu efek samping yang umum dari obat ini adalah gangguan kelenjar tiroid, terutama meningkatkan kerja kelenjar tiroid atau yang bisa disebut Amiodarone-Induced Thyrotoxicosis (AIT). AIT berpotensi menyebabkan masalah yang fatal dan mengancam hidup karena mempengaruhi fungsi dan kerja jantung. Penelitian-penelitian sebelumnya lebih fokus pada penanganan AIT secara umum dan lebih berfokus pada fungsi tiroid, tapi sekarang kita perlu lebih memperhatikan kondisi jantung juga dalam penanganan AIT. Prinsip utama dari penanganan AIT adalah menyeimbangkan kondisi jantung dan tiroid. Namun, masih diperdebatkan apakah tindakan pembedahan pengangkatan kelenjar tiroid (tiroidektomi) dapat efektif mengatasi AIT. Oleh karena itu, penelitian yang kami lakukan bertujuan untuk mempelajari lebih lanjut mengenai peran tindakan pembedahan pengangkatan kelenjar tiroid (tiroidektomi) dalam penanganan AIT.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan tinjauan sistematik untuk menelaah studi-studi sebelumnya yang sudah mendeskripsikan dan menelaah langsung mengenai penanganan AIT dengan pembedahan pengangkatan kelenjar tiroid (tiroidektomi) pada berbagai pasien. Karena topik AIT masih jarang diteliti, ditemukan 14 studi dengan melibatkan lebih dari 300 pasien secara keseluruhan. Selain itu, dalam penelitian ini juga ditelaah mengenai alasan pelaksanaan pembedahan pengangkatan kelenjar tiroid (tiroidektomi) seperti penurunan fungsi jantung yang drastis, kondisi peningkatan fungsi tiroid yang tidak terkontrol, dan pertimbangan keputusan pasien & dokter.
Setelah dilakukan telaah lebih dalam, pembedahan pengangkatan kelenjar tiroid (tiroidektomi) lebih efektif dalam memperbaiki kadar hormon tiroid, fungsi jantung, dan tingkat kematian dibandingkan dengan pengobatan medis konservatif dengan
menggunakan obat-obatan. Kondisi ini terutama pada pasien dengan penurunan fungsi jantung (fraksi ejeksi ventrikel kiri < 40%). Pembedahan pengangkatan kelenjar tiroid (tiroidektomi) terutama efektif dalam memperbaiki fungsi jantung dan tingkat kematian karena membutuhkan waktu yang lebih singkat untuk mengembalikan fungsi kelenjar tiroid dalam keadaan normal. Oleh karena itu, pembedahan pengangkatan kelenjar tiroid (tiroidektomi) dan pengobatan medis memiliki efek samping masing-masing yang sebanding.
Namun, perlu diingat bahwa tindakan pembedahan pengangkatan kelenjar tiroid (tiroidektomi) memiliki risiko tersendiri sehingga identifikasi pasien-pasien berisiko tinggi dapat membantu dalam mengurangi risiko dan komplikasi pembedahan tersebut. Pembedahan pengangkatan kelenjar tiroid (tiroidektomi) pada pasien AIT dan non-AIT memiliki tingkat komplikasi yang relatif sama. Terdapat potensi komplikasi jangka pendek seperti perdarahan pada jaringan area leher, gangguan fungsi kelenjar paratiroid, penurunan tensi, gangguan ginjal, gangguan pernafasan dan gangguan irama jantung. Dari studi ini, ditemukan sebagian besar studi yang ditinjau dalam studi ini menyimpulkan bahwa pengangkatan kelenjar tiroid pada AIT umumnya aman dan bermanfaat. Komplikasi jangka panjang atau permanen dari tindakan bedah termasuk gangguan paratiroid permanen, penurunan kadar kalsium, dan cedera saraf laring, hanya terjadi pada kurang dari 9% pasien. Identifikasi pasien berisiko tinggi yang akan menjalani pengangkatan kelenjar tiroid merupakan hal yang penting. Pembedahan pengangkatan kelenjar tiroid (tiroidektomi) harus dilakukan dengan lebih berhati-hati pada pasien dengan gangguan kelenjar tiroid berat yang berpotensi menjadi kondisi gawat darurat yang mengancam nyawa.
Penulis: Prof. Dr. Yudi Her Oktaviano, dr.,Sp.JP(K)FIHA.FICA.FAsCC.FSCAI.





