51动漫

51动漫 Official Website

Risiko Kesehatan Probabilistik dari Unsur-Unsur Berpotensi Beracun dalam Minyak Sayur

Ilustrasi menyak kelapa sawit (sumber: Bisnis Tempo)

Keamanan pangan merupakan salah satu keprihatinan global utama dalam beberapa tahun terakhir. Pencemaran lingkungan di tanah, udara, sumber daya air, makanan seperti adonan, daging, gandum, beras, telah meningkat selama beberapa dekade. Pencemaran ini meliputi mikroba, mikotoksin, logam berat, pestisida, antibiotik, dan kontaminan lainnya yang menyebabkan kanker dan penyakit lainnya. Demand untuk penggunaan minyak nabati dalam berbagai bidang telah meningkat di berbagai negara di seluruh dunia dalam dekade terakhir.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan konsentrasi PTEs dalam minyak sayur yang tersedia di pasar Iran Barat. Penelitian ini menggunakan deteksi Inductivity Coupled Plasma Optical Emission Spectrometry (ICP-OES), membandingkan tingkat kejadian dengan batas maksimum Standar Uni Eropa dan Iran. Selain itu, penelitian ini juga menilai risiko paparan konsumen terhadap PTEs dan menarik perhatian dari otoritas kesehatan masyarakat terhadap pelaksanaan pemantauan yang luas dan menetapkan regulasi untuk PTEs. Hasil dari penelitian ini akan bermanfaat bagi petani, pedagang, dan konsumen dalam komunitas.

Dalam penelitian ini, unsur toksik potensial (PTEs) termasuk timbal (Pb), arsenik (As), kadmium (Cd), besi (Fe), dan seng (Zn) yang ada pada minyak syaur tradisional dan industri. Pengukuran Top of Formditentukan menggunakan Spektrometri Emisi Optik Kopel Induktif / Inductivity Coupled Plasma Optical Emission Spectrometry (ICP-OES). Selain itu, penilaian risiko kesehatan probabilistik telah teridentifikasi melalui Total Target Hazard Quotient (TTHQ). Sementara itu, risiko kanker teridentifikasi dengan model Simulasi Monte Carlo/Monte Carlo simulated (MCS).

Penelitian ini menunjukkan rata-rata kandungan PTE (As, Cd, Pb, Fe, dan Zn) dalam 40 sampel minyak sayur tradisional dan industri. Hal ini linear antara jawaban instrumental dan tingkat PTE dalam minyak dengan koefisien korelasi sebesar 0,997 atau lebih tinggi. Penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi rata-rata 0,60壜眽0,22 (As), 0,005壜眽0,02 (Cd), 8,92壜眽0,91 (Fe), 0,14壜眽0,004 (Pb), dan 3,74壜眽0,53 (Zn) mg/kg untuk sampel. Mengenai sampel minyak bunga matahari, konsentrasi rata-rata As, Cd, Fe, Pb, dan Zn adalah 0,05, 0,011, 2,19, 0,011, dan 2,10 mg/kg, berturut-turut. Selain itu, konsentrasi rata-rata As, Cd, Fe, Pb, dan Zn dalam sampel minyak wijen adalah 0,06, 0,009, 15,09, 0,009, dan 3,19 mg/kg, berturut-turut. Nilai-nilai ini dalam sampel minyak kacang tanah adalah 0,005, 0,006, 5,65, 0,25, dan 2,86 mg/kg berturut-turut.

Peringkat konsentrasi PTEs dalam minyak sayur tradisional dan industri adalah Fe>Zn>As>Pb>Cd. Pada semua sampel, kandungan PTEs dalam minyak industri lebih tinggi daripada minyak tradisional (p<0.001). Tingkat PTEs dalam sebagian besar minyak sayur lebih rendah dari konsentrasi yang boleh oleh Codex dan standar nasional. Dalam hal non-karsinogenik, konsumen berada dalam rentang aman (TTHQ<1) karena mengonsumsi baik minyak sayur tradisional maupun industri yang mengandung PTEs. Dalam hal karsinogenik, CR baik pada orang dewasa maupun anak-anak lebih tinggi dari rentang yang dapat diterima (CR<1E-6), oleh karena itu konsumen berada pada risiko yang tidak dapat diterima karena mengonsumsi minyak sayur industri yang mengandung arsenik anorganik.

Paparan terhadap konsentrasi kecil PTEs dapat menyebabkan komplikasi kesehatan bagi konsumen. Hilangnya nafsu makan, muntah, diare, dan penyakit sistem kekebalan tubuh, gangguan ingatan, serta kerusakan berbagai jaringan adalah salah satu komplikasi umum dari toksisitas logam. Oleh karena itu, disarankan untuk menerapkan rencana kontrol untuk PTEs dalam minyak sayur yang dikonsumsi di Hamadan, Iran.

Penulis: Prof. Trias Mahmudiono, SKM., MPH., GCAS., Ph.D

Sumber: Mehri, F., Heshmati, A., Ghane, E.T.听et al.听A probabilistic health risk assessment of potentially toxic elements in edible vegetable oils consumed in Hamadan, Iran.听BMC Public Health24, 218 (2024). https://doi.org/10.1186/s12889-023-17624-1

AKSES CEPAT