Peternakan unggas menjadi bisnis dengan pertumbuhan prospek berkelanjutan dengan peningkatan produktivitas yang sejalan dengan permintaan masyarakat. Salah satu sumber protein dari industri tersebut yang terjangkau dan populer untuk berbagai kalangan adalah telur ayam. Dalam komponen gizi, telur terdiri dari 73,7% air dan 12,9% protein. 11,2% lemak dan 0,9% karbohidrat. Namun kandungan lemak pada kuning telur dapat mencapai kadar 32%. Sehingga kadar lemak pada kuning telur menjadi salah satu masalah kolesterol tinggi (hiperkolesterolemia) yang sering dihadapi oleh masyarakat Indonesia.
Low-density lipoprotein (LDL) adalah jenis lipoprotein yang memiliki fungsi paling banyak dalam membawa kolesterol pada sirkulasi darah. lipoprotein densitas rendah, LDL, juga disebut kolesterol jahat. Bila mengalami peningkatan kadar LDL dalam darah akan menyebabkan kadar kolesterol dalam darah menjadi meningkat (hiperkolesterolemia). Saat kolesterol meningkat dalam darah meningkat, hal itu dapat menyebabkan beberapa penyakit akibat terjadi penyempitan pembuluh darah. Kadar LDL dalam kuning telur dapat mencapai 60%. Maka jika kadar LDL pada kuning telur ayam tinggi, dapat dipastikan kadar kolesterol kuning telur ayam juga tinggi. Salah satu cara menurunkan tingkat LDL adalah dengan pemberian probiotik sehingga menurunkan kadar kolesterol kuning telur. Selain itu pemberian probiotik meningkatkan optimalisasi dan efisiensi produksi yaitu menurunkan nilai konversi pakan dan meningkatkan jumlah produksi telur.
Lewat penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian probiotik pada pakan ayam petelur petelur awal terhadap kadar lipoprotein densitas tinggi (HDL) dan lipoprotein densitas rendah (LDL) dalam kuning telur. Penelitian ini memiliki empat perlakuan yaitu P1 = kontrol, P2 = pakan + AGP, dan P3 dan P4 = pakan + probiotik. Probiotik yang digunakan adalah kombinasi dari tiga bakteri, yaitu Lactobacillus plantarum, Lactobacillus acidophilus, dan Bifidobacterium sp. Sedangkan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuning telur yang dikumpulkan pada minggu terakhir penelitian.
Pengujian untuk kadar HDL dan LDL pada kuning telur dilakukan dengan menggunakan Quantitative Colorimetric/Fluorometrik Penentuan metode HDL dan LDL/VLDL. Pengujian kadar HDL dan LDL dalam penelitian menunjukkan bahwa pemberian probiotik memberikan efek berupa peningkatan kadar HDL namun tidak memberikan efek pada penurunan kadar LDL kuning telur yang signifikan selama empat minggu masa perawatan bertelur ayam petelur fase awal, umur 18-22 minggu. Dengan sosis probiotik terbaik yang digunakan diantara ketiga probiotik tersebut adalah 3 ml/kg pakan.
Penulis: Bodhi Agustono, drh., M.Si.
Agustono, B., Apriliawati, R., Warsito, S.H., Yunita, M.N., Lokapirnasari, W.P., Hidanah S, Sabdoningrum, E.K., Al-Arif, M.A., Lamid, M., Yuliani, G.A., Chhetri, S., Windria, S. . Pharmacognosy Journal. 2023;15(3):270-273
Jurnal dapat diakses pada www.phcogj.com/article/2029





