51

51 Official Website

Kegunaan Pengukuran Kadar Serum Amiloid A pada Sapi Wagyu dalam Praktek Klinis

Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa serum amyloid A (SAA) merupakan indeks inflamasi yang sensitif dan “dapat diandalkan”. Selain itu, konsentrasi SAA dapat mengevaluasi prognosis dan efek terapeutik pada sapi yang sakit secara lebih obyektif. Setelah penelitian tentang penentuan nilai ambang batas konsentrasi SAA pada sapi wagyu sehat dan sakit (yang didiagnosis secara klinis) berhasil dipublikasikan pada jurnal ilmiah internasional (Veterinary Sciences. 2022, 9, 198. ), penelitian lanjutan terus dilakukan terhadap topik SAA dan sapi wagyu. Akhirnya pada jurnal ilmiah internasional yang sama kami berhasil mempublikasikan penelitian yang berjudul Usefulness of Measuring Serum Amyloid A Concentration in Japanese Black Cattle in Clinical Practice.

Acute-phase protein (APP) adalah protein spesifik dalam darah yang konsentrasinya berfluktuasi dalam waktu singkat ketika tubuh terkena stimulus berbahaya, seperti infeksi atau kerusakan jaringan. APP dianggap sebagai indeks yang bermanfaat dalam praktik klinis karena dapat digunakan untuk menentukan ada atau tidaknya inflamasi, efek terapeutik, dan prognosis. APP tidak hanya berguna untuk mengamati proses inflamasi untuk tujuan diagnostik dan prognostik, tetapi juga untuk menganalisis berbagai kondisi non-inflamasi, seperti kehamilan, persalinan, penyakit metabolik, dan stres lingkungan dan manajemen. Konsentrasi APP akan meningkat secara tajam disaat dan selama peradangan, dan kemudian menurun dengan cepat ketika peradangan mereda. APP dapat bertindak sebagai biomarker inflamasi, sehingga memungkinkan peneliti untuk mempelajari perkembangan respon inflamasinya.

Dalam communication artikel ini, konsentrasi SAA terpantau meningkat pada hari pertama setelah pemotongan tanduk; namun, nilai tersebut menurun pada hari ke 4 dan 7 (menurut nilai batas untuk sapi wagyu yang sebelumnya dilaporkan oleh penulis, 6,5 mg/L). Menurut beberapa referensi, konsentrasi SAA mencapai puncaknya pada hari kedua setelah operasi dan kembali normal dalam 7−14 hari pada kuda; dan juga konsentrasi SAA pada kuda dilaporkan meningkat sekitar dua kali lipat setelah pelatihan atau kompetisi yang intens. Pada kucing, konsentrasi SAA mencapai puncaknya 24−48 jam setelah operasi sterilisasi dan kemudian pulih ke nilai dalam rentang referensi 4 hari kemudian. Seperti yang dilaporkan sebelumnya oleh penulis, diagnosis tidak dapat dibuat berdasarkan hasil pengukuran SAA tunggal dalam pengaturan klinis; oleh karena itu, perlu untuk mengukur konsentrasi SAA beberapa kali selama perjalanan penyakit.

Penulis : Oky Setyo Widodo, drh., M.Si

Link     :

AKSES CEPAT