51动漫

51动漫 Official Website

Efek Terapi Kurkumin pada BerbagaiJenis Penyakit Mulut: Bukti dariStudi Praklinis pada Hewan dan Uji Klinis

Penyakit mulut adalah suatu kondisi yang memengaruhi jaringan keras dan lunak rongga mulut. Ini adalah masalah kesehatan yang sering diabaikan, meskipun merupakan masalah kesehatan masyarakat global utama yang memengaruhi sekitar 3,5 miliar orang di seluruh dunia, dengan karies gigi, penyakit periodontal, dan kehilangan gigi menjadi penyakit mulut yang paling menonjol pada tahun 2017. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penyakit mulut dan mikrobiota mulut dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan dan terkait dengan perkembangan berbagai penyakit sistemik. Karena kesehatan gigi dan mulut berkaitan erat dengan kesehatan umum, dan mengingat tingginya jumlah kasus penyakit mulut di seluruh dunia, penting untuk menangani penyakit mulut secara serius.
Meskipun pengobatan medis konvensional untuk penyakit mulut telah dipraktikkan sejak lama, pengobatan herbal telah menunjukkan perkembangan pesat karena sifat terapeutiknya yang unik. Ini merupakan tambahan dari obat topikal yang digunakan untuk menjaga kesehatan mulut, yang memiliki efek samping yang signifikan. Misalnya, klorheksidin adalah agen kemoterapi yang paling sering diresepkan sebagai tambahan untuk pengobatan penyakit mulut, termasuk pembersihan karang gigi dan perencanaan akar. Namun, bukti menunjukkan bahwa hal itu menyebabkan efek samping, termasuk perubahan warna gigi dan lidah, resistensi antimikroba, reaksi alergi, parestesia oral dan lidah, perubahan persepsi rasa, nyeri mulut, xerostomia, ulkus aftosa, gangguan rasa, dan glossodynia. Selain klorheksidin sebagai obat kumur, penelitian melaporkan bahwa beberapa jenis antibiotik juga diberikan kepada pasien dengan penyakit mulut.
Meskipun pemberian antibiotik memiliki efek besar pada pengobatan penyakit mulut, antibiotik terkadang diresepkan secara tidak tepat dan berlebihan, yang menyebabkan perkembangan resistensi antimikroba. Oleh karena itu, pengelolaan penyakit mulut menggunakan agen alternatif yang memiliki efek samping minimal, seperti produk alami, diperlukan. Penelitian komprehensif sebelumnya telah mengeksplorasi dan merangkum berbagai produk alami dari tanaman herbal yang digunakan untuk pemeliharaan dan pengobatan berbagai penyakit gigi dan mulut. Kurkumin adalah salah satu tanaman tersebut dan dikenal sebagai senyawa yang aman untuk digunakan bahkan dalam dosis besar pada mamalia karena sifatnya yang tidak beracun. Kurkumin atau diferuloylmethane adalah senyawa yang berasal dari kunyit (Curcuma longa L.), yang merupakan penyusun polifenol. Senyawa ini dilaporkan memiliki potensi yang kuat untuk digunakan dalam terapi berbagai penyakit kronis, termasuk gangguan neurodegeneratif, kardiovaskular, autoimun, metabolik, paru, gastrointestinal, dan kejiwaan, serta berbagai penyakit mulut. Hal ini dibuktikan oleh beberapa penelitian yang melaporkan bahwa kurkumin menunjukkan sifat antiinflamasi, antikanker, antimikroba, antivirus, antioksidan, dan antimutagenik. Kurkumin dapat mengatasi patogen melalui mekanisme antioksidan dengan secara efektif memecah spesies oksigen reaktif (ROS) dan meningkatkan aktivitas enzim detoksifikasi seperti glutathione-S-transferase (GST). Selain itu, melalui mekanisme antiinflamasi, ia menghambat pembentukan enzim yang mengkatalisis proses inflamasi seperti siklooksigenase (COX)-2 dan 5-lipoksigenase.
Dengan demikian, kurkumin dianggap memiliki potensi kuat dalam menghambat atau mengobati berbagai penyakit, dan bermanfaat sebagai agen obat untuk penyakit mulut. Meskipun studi dan minat publik terhadap pengobatan herbal terus meningkat karena efek sampingnya yang minimal, studi komprehensif terkait kurkumin pada penyakit mulut masih terbatas dan perlu diperbarui. Studi ini bertujuan untuk meringkas secara komprehensif efek terapeutik kurkumin pada berbagai jenis penyakit mulut dengan melakukan tinjauan komprehensif terhadap studi praklinis pada model hewan atau uji in vivo dan klinis, bersama dengan mekanisme kerjanya yang berbasis bukti.

Penulis : Anis Irmawati
Departemen Biologi Oral, Fakultas Kedokteran Gigi, 51动漫, Surabaya, Indonesia

Artikel ini dapat diakses secara lengkap pada :
SUDAN JOURNAL OF MEDICAL SCIENCES, vol. 20, no. 3, pp. 291-325.

Production and Hosting by KnE Publishing.

AKSES CEPAT