Penggunaan komputer sekarang ini semakin luas di kalangan masyarakat.. Komputer diperlukan untuk membantu aktivitas manusia sehari-hari dalam meningkatkan produktivitas baik di sekolah, universitas, atau di tempat kerja. Namun, penggunaan komputer juga mempunyai efek negative, terutama untuk penggunaan jangka panjang berupa Computer Vision Syndrome (CVS). Hal ini dapat terjadi pada penggunaan komputer lebih dari 2 jam sehari. Gejalanya meliputi gejala pada mata atau gejala di luar mata seperti mata lelah, iritasi, rasa terbakar, mata merah, mata kering, mata kabur, penglihatan ganda atau sakit kepala, dan nyeri leher Selain itu, meskipun belum diselidiki secara luas, penggunaan perangkat seluler seperti ponsel atau tablet dapat menyebabkan CVS.
Saat ini, mahasiswa sangat bergantung pada komputer dan smartphone untuk tugas akademik mereka. Dengan demikian, kejadian CVS banyak di antara mereka. Di Malaysia, angka terjadinya CVS mencapai hampir 90% mahasiswa dan angka kejadian CVS yang hampir sama ditemukan di kalangan pelajar di India dan Arab Saudi. Penggunaan komputer lebih dari 2 jam sehari merupakan faktor risiko CVS. CVS juga menyebabkan sakit kepala, leher kaku, dan bahu sakit. Gejala paling banyak ditemui pada CVS adalah mata kering. Dalam rerata usia SMA 16 tahun, apabila tidak disertai penyakit lain, produksi lapisan air mata (LAM) normal. Faktor lingkungan merupakan faktor yang berpengaruh pada mata kering di usia muda termasuk berupa lama waktu penggunaan gadget. Mata kering yang terabaikan dapat menyebakan luka pada kornea (erosi kornea). Hal ini dapat berdampak buruk pada aktivitas seperti membaca dan menggunakan komputer sehingga dapat menurunnya prestasi akademik siswa Perawatan utama untuk kondisi mata kering pada CVS adalah obat tetes natrium hyaluronate yang berperan penting dalam perkembangan jaringan dan penyembuhan luka serta efektif untuk pelumasan permukaan mata.
Studi yang meneliti tetes mata natrium hyaluronate pada mata kering akibat computer vision syndrome pada mahasiswa bermanfaat untuk mengetahui efektifitas tetes mata tersebut pada kesehatan mata terkait CVS. Mahasiswa diminta untuk mengisi kuesioner, wawancara dan pemeriksaan tear break up time test (TBUT) pada kedua mata untuk penegakkan diagnosa mata kering. Mata dikategorikan mengalami mata kering apabila nilai TBUT <10 detik. Sebanyak 78 mahasiswa berbagai fakultas dari universitas negeri ikut dalam penelitian ini. Dari 78 mahasiswa, terdapat 66 mahasiswa (atau sebanyak 78%) mengalami mata kering akibat paparan penggunaan komputer.. Kondisi mata kering dinilai dari dua parameter yaitu Schirmer Test yang menilai produksi lapisan air mata dan Tear Break Up Time yang menilai kualitas lapisan air mata yang dihasilkan. Adapun gejala subjektif mata kering yang dirasakan mahasiswa , dinilai dengan menggunakan skor OSDI (Ocular Surface Disease Index) Pada penelitian kami, pemberian tetes mata Natrium Hyaluronate selama 2 minggu dapat memberikan perbaikan secara signifikan pada Schirmer Test maupun Tear Break Up Test pada mahasiswa yang mengalami mata kering akibat Computer Vision Syndrome ini. Pada skor OSDI tidak nampak adanya perubahan yang signifikan namun gejala-gejala objektif yang diperiksa menunjukkan kondisi mata kering yang terjadi pada para mahasiswa ini sudah membaik menjadi derajat ringan.
Dalam masa pandemi Covid-19 saat ini yang mengharuskan hampir seluruh aktivitas dilakukan secara daring maka patut diduga akan adanya potensi kenaikan penderita CVS oleh seluruh lapisan usia. Oleh karena itu, batasan 2 jam per hari penggunaan gadget menjadi kurang relevan dalam kondisi pandemi ini karena aktivitas mengharuskan lebih lama di depan gadget. Beberapa strategi pencegahan telah direkomendasikan untuk memberikan waktu istirahat mata (break). Memberikan waktu istirahat mata bukan berarti berhenti dari aktivitas di depan komputer namun lebih pada tindakan mengistirahatkan mata. Metode 20-20-20 rule telah direkomendasikan oleh American Academy of Ophthalmology (AAO) dan American Optometrist Associaton (AOA) dimana metode ini adalah memberikan waktu istirahat mata setelah 20 menit di depan komputer dengan memejamkan mata selama 20 detik atau melihat jauh sekitar 20 feet (6 meter). Selain itu dapat pula dilakukan blinking exercise, pengaturan postur ergonomis di depan komputer, pengaturan cahaya lampu, serta pemberian tetes mata berupa air mata buatan (artificial tear drop) Natrium Hyaluronate. Dalam kondisi gejala CVS yang berkepanjangan dan gangguan aktivitas yang berat maka konsultasi ke dokter mata adalah hal yang bijaksana.
Oleh: Rozalina Loebis
Judul artikel
SODIUM HYALURONATE EYE DROPS FOR COLLEGE STUDENTS WITH COMPUTER VISION SYNDROME IN INDONESIA
Link artikel





