51动漫

51动漫 Official Website

Efektivitas dan Keamanan Antikoagulan untuk Pasien COVID-19 di Intensive Care Unit

Foto by Liputan6 com

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) merupakan suatu penyakit yang diakibatkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus (SARS-CoV-2), virus ini awalnya dikenal dengan nama Novel Coronavirus (nCov). Dalam suatu penelitian yang dilakukan terhadap 184 pasien COVID-19 kritis yang dirawat di ICU menunjukkan 31% pasien mengalami komplikasi trombosis. Salah satu komplikasi yang paling banyak terjadi adalah  tromboemboli vena dengan persentase 27% dan mayoritas kasus adalah emboli paru. Menurut Tang et al. dalam penelitian terhadap 183 pasien  COVID-19 menunjukkan 15 pasien (71,4%) memenuhi kriteria DIC (skor 鈮 5) berdasarkan International Society of Thrombosis and Haemostasis (ISTH)  dari 21 pasien COVID-19 yang meninggal. Koagulopati yang terjadi ditandai dengan adanya gangguan parameter koagulasi seperti D-dimer, prothrombin time (PT) atau activated partial thromboplastin time (aPTT), fibrinogen, trombositopenia serta peningkatan marker inflamasi seperti C-reactive protein (CRP). Pada pasien COVID-19 nilai D-dimer akan meningkat secara signifikan 3-4 kali disertai dengan gangguan pada parameter lainnya seperti PT, aPTT dan fibrinogen.

Dalam kasus ini pemberian antikoagulan dapat menjadi salah satu rekomendasi terapi. Berdasarkan data diketahui bahwa lebih dari 90% pasien COVID-19 mendapatkan terapi antikoagulan. Beberapa penelitian mendukung pemberian antikoagulan baik sebagai profilaksis maupun sebagai terapi. Obat ini dilaporkan dapat mengurangi terjadinya koagulopati, mikrotrombus dan kerusakan organ pada pasien COVID-19. Dalam suatu penelitian yang dilakukan secara Single-Center Retrospective Cohort menunjukkan adanya penurunan angka kematian terhadap 395 pasien yang menggunakan ventilasi mekanik ketika diberikan antikoagulan dengan dosis terapeutik. Penelitian lain dilakukan oleh Negri et al dengan partisipan sebanyak 27 pasien COVID- 19 menunjukkan terapi heparin dapat memperbaiki kondisi hipoksia.

Systematic review dan meta analysis ini dibuat dengan berpedoman pada Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analyses (PRISMA). Protokol systematic review telah di daftarkan pada PROSPERO dengan ID CRD42021242877 yang berjudul 淓fficacy And Safety Of Anticoagulant For COVID-19 Patients In Intensive Care Unit: A Systematic Review And Meta Analysis. Proses pencarian literature kami lakukan dengan menggunakan database seperti MEDLINE, PUBMED, EuropePMC, Science Direct, Google Scholar, Clinicaltrial.gov, dan The Cochrane Central Register of Controlled Trial (CENTRAL, Cochrane Library). Hasil systematic review dan meta analisis ini menunjukkan adanya hubungan signifikan secara statistik antara pemberian antikoagulan dengan kematian (RR= 0,58; 95% CI, 0,35-0,98; P=0.04) sedangkan hubungan antikoagulan dengan VTE di dapat (RR= 0,53; 95% CI, 0,37-0,76; P =,0007).

Penulis: Dr.  Yulistiani, Apt., M.Si

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

Yulistiani, Neldi, V., Suprapti , B., & Nur Rosyid, A. (2022). Efficacy and Safety of Anticoagulants for COVID-19 Patients in the Intensive Care Unit: A Systematic Review and Meta-Analysis. Journal of Pharmacy & Pharmaceutical Sciences25, 274284.

AKSES CEPAT