Indikasi obat mahal tozilizumab
Obat mahal tocilizumab pernah dijuluki sebagai obat dewa Covid-19 yang dicari dan selalu diincar oleh dokter dan pasien untuk dapat menyembuhkan penyakit ini secara cepat. Ketersediaan obat ini sempat hilang timbul akibat banyaknya permintaan oleh RS dan Dinas Kesehatan. Sebenarnya tocilizumab ini obat untuk indikasi apa? Di Indonesia, tocilizumab digunakan untuk terapi rheumatoid artritis (penyakit rematik yang disebabkan oleh kekacauan sistem imun tubuh) 岹juvenile idiopathic arthritis pada anak di atas usia 2 tahun. Tocilizumab merupakan rekombinan berasal dari antibodi manusia monoklonal dari subkelas IgG1 dan antagonis reseptor interleukin-6 (IL-6). IL-6 ini sendiri ditemukan berperan pada berbagai patogenesis (perjalanan) penyakit autoimun. Tocilizumab berikatan dengan reseptor soluble dan membran IL-6 sehingga obat ini dapat menghambat sinyal IL-6 yang menyebabkan penurunan produksi senyawa-senyawa inflamasi. Berbagai penelitian sudah dilakukan untuk mengetahui kemanjuran obat ini terhadap Covid-19. Patomekanisme yang mendasari penggunaan tocilizumab pada pasien Covid-19 adalah karena tingginya konsentrasi interleukin-6 (IL-6) dalam darah yang mengakibatkan terjadinya badai sitokin. FDA telah mengeluarkan izin penggunaan darurat tocilizumab untuk pasien Covid-19 dewasa dan anak yang berusia 2 tahun ke atas pada kriteria klinis tertentu, tetapi tidak untuk pasien Covid-19 derajat ringan sampai sedang kriteria tertentu.
Tocilizumab pada pasien Covid-19
Sampai saat ini penyakit Covid-19 telah menjadi problema kesehatan yang serius di masyarakat dan menjadi tantangan kesehatan dunia karena belum ditemukan obat yang efektif untuk mengatasinya. Dalam beberapa kasus dilaporkan pasien mengalami komplikasi parah, termasuk sindroma gangguan pernapasan akut (ARDS) dan bahkan menjalani perawatan intensif di ICU dan beberapa kasus tidak tertolong lagi. Suatu penelitian telah melaporkan bahwa sel T patogen dan monosit inflamasi memicu badai inflamasi dengan jumlah kadar interleukin 6 yang meningkat tajam. Dalam fenomena ini tocilizumab (TCZ) yaitu suatu monoklonal antibodi terhadap IL-6 muncul sebagai pengobatan alternatif pada pasien Covid-19 dengan ARDS. Dengan dasar ini kami meneliti tocilizumab (TCZ) sebagai obat Covid-19 yang mungkin efektif dalam mengurangi badai sitokin/inflamasi, selain itu harapan kami obat ini juga dapat menurunkan kasus kematian pada kasus Covid-19 yang berat/parah yang menggunakan berbagai alat bantu pernafasan seperti ventilator. Pada penelitian ini kami mengamati kasus secara retrospektif pada pasien yang menggunakan dosis tunggal tocilizumab 400 mg infusi intravena selama satu jam pada pasien Covid-19.
Kriteria pasien yang mendapatkan TCZ harus berada pada stadium awal inflamasi, ditandai dengan: saturasi oksigen <93% atau frekuensi pernapasan >30 per menit atau rontgen dada, dan lain-lain, serta pasien yang membutuhkan dukungan ventilasi mekanis (PDPI, 2020). Hasilnya menunjukkan bahwa tocilizumab tidak dapat memperbaiki parameter/indikator yang berhubungan dengan angka kematian, seperti konsentrasi IL-6 dalam darah, konsentrasi leukosit, Protein C-Reaktif (CRP), rasio neutrofil limfosit (NLR), dan feritin. Dari hasil penelitian menunjukkan konsentrasi IL-6 dalam darah tetap tinggi/meningkat setelah pemberian tocilizumab. Konsentrasi IL-6 yang tinggi dan menetap tinggi cenderung memiliki prognosis yang buruk. Penelitian ini menyimpulkan tocilizumab tidak efektif pada pasien Covid-19 dengan derajat parah/berat, tetapi pada beberapa kasus Covid-19 derjat sedang dengan kriteria di atas, obat ini masih memberikan respon yang adekuat.
Penulis : Dr. Yulistiani, Apt., M.Si
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
Yulistiani, Humaira Izka A, Mareta Rindang A, Prastuti A.W. Tocilizumab Therapy in COVID-19 Patients. Pharmacy Education(2022), 22(2), 259-262
ISSN14772701 online©2022





