Pemberian feed additive bisa menjadi alternative untuk meningkatkan kualitas pakan ternak. Feed additive terdiri atas vitamin, mineral, antibiotik dan faktor lain seperti hormon pertumbuhan yang pada umumnya digunakan untuk efisiensi pakan dan peningkatan performa dari ayam layer dan broiler. Saat ini, telah banyak dilakukan penelitian dengan memanfaatkan tanaman ataupun ekstrak tanaman sebagai feed additive.
Penggunaan bahan alami dinilai memiliki tingkat keamanan lebih tinggi karena tidak menimbulkan efek resistensi untuk mengatasi Anti-Microbia Resistance (AMR). Phytogenic Feed Additive (PFA) lebih ideal digunakan dalam pemacu pertumbuhan ayam layer dan broiler dibandingkan dengan bahan sintetik. Beberapa tanaman yang berpotensi sebagai Antibakteri Growth Promotor (AGP) adalah sambiloto dan meniran.
Fitogenik lebih ideal digunakan dalam pemacu pertumbuhan hewan dibandingkan dengan bahan sintetik. Beberapa komponen aktif fitogenik meliputi minyak atsiri, flavonoid, saponin, dan tannin. Komponen aktif tersebut telah diketahui mempunyai aktifitas antimikroba, antifungi, dan aktifitas anti-oksidan. Phytogenic Feed Additive antara lain terdapat pada tanaman Sambiloto (Andrographis paniculata), dan Meniran (Phyllanthus niruri)

Meniran dan Sambiloto Mempengaruhi Nilai Indeks Kuning Telur
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Phyllanthus niruri dan Ekstrak Andrographis paniculata pada nilai indeks kuning telur dan haugh unit (HU) pada ayam petelur yang diinfeksi dengan Avian Escherichia patogen. Jenis penelitian ini bersifat eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap dengan 100 unit percobaan.
Terdapat lima perlakuan (P-) plasebo, (P+) terinfeksi Avian Pathogenic E coli tanpa pemberian ekstrak P. niruri dan A. paniculata, kemudian (P1) kelompok ayam yang terinfeksi Avian Pathogenic E.coli dan pemberian 10% P. niruri dan 30% A. paniculata, (P2) 20% P. niruri dan 20% A.paniculata, (P3) 30% dari P. niruri dan 10% dari A. paniculata kemudian dievaluai indeks kuning telur dan nilai haugh unit (HU). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA dilanjutkan dengan uji Duncan.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan berdasarkan indeks kuning telur dan nilai HU. Dapat disimpulkan bahwa pemberian 20% P. niruri dan 20% A.paniculata (P2) dapat direkomendasikan untuk ayam petelur dengan avian pathogenic E. coli.
Penulis : Prof. Dr. Ir. Sri Hidanah, MS.
Jurnal dapat diakses pada
Effectiveness of Phyllanthus niruri and Andrographis paniculata Extracts on Egg Quality in Laying Hens with Avian Pathogenic Escherichia coli. Jurnal Medik Veteriner, Vol.6 No.3, 359-365 December 2023.





