51动漫

51动漫 Official Website

Efektivitas Epigallocationchin Gallate terhadap Ekspresi Interleukin-1脽 dan Matrix Metalloproteinase pada Keratitis Pseudomonas aeruginosa

Keratitis Pseudomonas aeruginosa merupakan infeksi mata yang paling sering terjadi. Keratitis Pseudomonas aeruginosa berkembang sangat cepat dan dapat menyebabkan infeksi okular (endoftalmitis) dan perforasi kornea yang berakibat hilangnya penglihatan. Pemberian terapi antibiotik dengan cepat membunuh bakteri, namun kerusakan kornea akibat toksin tetap berlanjut.

Proses inflamasi tersebut menyebabkan penipisan kornea, fibrosis kornea sampai perforasi kornea. Terbentuknya jaringan parut pada kornea adalah komplikasi kronis yang dapat terjadi, dimana hal tersebut akan mengganggu penglihatan sampai dengan kebutaan penderita.

Proses penyembuhan luka kornea dipengaruhi oleh Interleukin-1脽 dan matrix metalloproteinase (MMP).  Interleukin-1脽 merupakan sitokin proinflamasi yang diekskresikan oleh berbagai sel imun sebagai respon pada inflamasi akut dan kronis, sedangkan matrix metalloproteinase (MMP) merupakan sekelompok enzim proteolitik yang terlibat pada patofisiologi berbagai penyakit permukaan bola mata. Perubahan selular yang terjadi mempengaruhi remodelling jaringan, migrasi epitel, dan proliferasi vaskuler.

Pengobatan utama keratitis Pseudomonas dengan pemberian antibiotik yang sesuai untuk menghentikan proses invasi mikroba serta non steroid anti inflamasi atau steroid anti inflamasi untuk mengatasi proses inflamasi. Namun penanganan tersebut belum dapat menghambat proses pengrusakan lebih lanjut akibat proses inflamasi berat.

Proses regenerasi jaringan pun menjadi kurang optimal akibat proses inflamasi yang masih terus berlangsung walaupun bakteri penyebab sudah hilang. Epigallocatechin gallate (EGCG) dalam ekstrak Camellia sinensis berpotensi sebagai alternatif terapi ajuvan keratitis bakterial karena mempunyai efek antibakteri, antiinflamasi sekaligus antioksidan.

Studi terkini, EGCG dikatakan memiliki efek anti-inflamasi dan anti-oksidan di berbagai tipe sel termasuk pada sel di kornea. EGCG diketahui menghambat aktivasi pro-MMP-9 yang diproduksi oleh fibroblast kornea sebagai respon dari stimulasi IL-1b dan efek ini muncul dimediasi oleh hambatan dari upregulasi dari uPA tanpa efek yang signifikan pada ekspresi pro-MMP-9. EGCG dikatakan menghambat produksi kolagen atau degradasi kolagen oleh berbagai jenis sel.

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis ekspresi Interleukin -1脽 dan matrix metalloproteinase (MMP)-9 pada model keratitis karena infeksi Pseudomonas aeruginosa setelah pemberian tetes mata Epigallocatechin Gallate (EGCG) (studi eksperimental pada model tikus Rattus norvegicus). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental untuk menganalisis perbedaan tetes mata Moxifloxacin 0,5% dan kombinasi kombinasi Moxifloxacin 0,5% dan EGCG 50 碌g/mL terhadap ekspresi Interleukin-1脽 dam MMP-9.

Sampel dalam penelitian ini adalah sediaan kornea Rattus Norvegicus yang sebelumnya telah dibuat model keratitis. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi serta besar sampel yaitu 6 sampel untuk kontrol negatif (Lyteers) dan masing-masing 8 sampel untuk kelompok Moxifloxacin 0,5% maupun kombinasi Moxifloxacin 0,5% dan EGCG 50 碌g/mL.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata persentase ekspresi IL-1尾 pada kelompok kontrol negatif (Lyteers) adalah 73.33卤5.16, kelompok Moxifloxacin 0,5% adalah 33.33卤10.33 dan kelompok kombinasi Moxifloxacin 0,5% dan EGCG 50 碌g/mL adalah 6.66卤2.58. Disimpulkan persentase ekspresi IL-1尾 pada kelompok kombinasi Moxifloxacin 0,5% dan EGCG 50 碌g/mL lebih rendah dibandingkan dengan kelompok Moxifloxacin 0,5%.

Rerata persentase ekspresi MMP-9 pada kelompok Moxifloxacin 0,5% adalah 43.33卤12.11, sedangkan pada kelompok kombinasi Moxifloxacin 0,5% dan EGCG 50 碌g/mL adalah 21.67卤7.53. Rerata persentase ekspresi MMP-9 kombinasi Moxifloxacin 0,5% dan EGCG 50 碌g/mL lebih rendah daripada kelompok Moxifloxacin 0,5%.

Kesimpulannya terdapat perbedaan yang signifikan ekspresi Interleukin-1脽 maupun MMP-9 pada hewan model keratitis karena infeksi Pseudomonas aeruginosa setelah pemberian tetes mata Epigallocatechin gallate (EGCG). Temuan pada penelitian ini terbukti mendukung kombinasi moxifloxacin dan EGCG lebih superior dibandingkan moxifloxacin saja dalam menekan inflamasi.

Penulis: Dr. Nurwasis, dr., Sp.M(K)

Judul Jurnal: Effectiveness of Epigallocatechin Gallate (EGCG) Eye Drops on Interleukin-1脽 and Matrix Metalloproteinase (MMP)-9 Expression in Pseudomonas aeruginosa Keratitis: An In Vitro Approach

AKSES CEPAT