51动漫

51动漫 Official Website

Efektivitas Intervensi Edukasi Gizi pada Wanita Hamil Berpostur Pendek untuk Mencegah Stunting Kehamilan

Wanita hamil dengan postur tubuh pendek yang memiliki tinggi 150 cm dan indeks massa tubuh (IMT) < 18,5 kg secara signifikan melahirkan bayi dengan tinggi < 48 cm dan bayi berat lahir rendah (BBLR) < 2500 g. Hal ini terjadi karena pertumbuhan janin di dalam kandungan terhambat akibat ibu ketika hamil mengalami kekurangan gizi, vitamin, serta mineral dalam tubuh, yang menyebabkan berat lahir rendah (BBLR) dan stunting pada bayi yang baru lahir; hal ini sering terjadi di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah.

Masalah stunting yang terjadi pada balita disebabkan oleh panjang tubuh bayi saat lahir < 48 cm (stunting pada neonatus) dan umumnya bayi yang lahir dengan berat lahir rendah (BBLR), yaitu < 2500 g. Tinggi ibu memengaruhi ketentuan keturunan selama periode pertumbuhan terkait dengan berat lahir dan panjangnya, termasuk asupan gizi ibu selama kehamilan. Penelitian yang dilakukan oleh Schmidt di Jawa Barat menyimpulkan bahwa setiap peningkatan 1 cm dalam tinggi ibu hamil akan meningkatkan panjang tubuh bayi sebesar 0,196 cm (p < 0,000). Ini adalah alasan penting mengapa wanita harus menjadi target penting dalam upaya peningkatan stunting hingga generasi berikutnya.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada bayi (0-11 bulan) dan balita (12-59 bulan) akibat kurang gizi kronis, terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan, yang mengakibatkan anak-anak menjadi terlalu pendek untuk usia mereka. Malnutrisi terjadi sejak bayi berada dalam kandungan dan selama masa awal kehidupan anak setelah lahir, tetapi kondisi stunting hanya muncul setelah anak berusia 2 tahun. Stunting merupakan salah satu masalah utama di negara-negara berkembang. Diperkirakan prevalensi stunting pada anak di bawah 5 tahun di negara-negara Afrika dan Asia (kecuali Tiongkok) mencapai 90%, yang mewakili sekitar 125 juta individu.

Target global yang telah tercapai adalah mengurangi stunting dari 39,7% pada tahun 1990 menjadi 26,7% pada tahun 2010. Dalam 20 tahun, ini dapat dikurangi sebesar 1,6% setiap tahun. Penurunan yang sangat kecil terjadi di Afrika, dari 40% menjadi 38%. Sementara itu, penurunan signifikan terjadi di Asia (49% menjadi 28%), yaitu penurunan sekitar 2,9% setiap tahun. Faktor-faktor penentu stunting pada bayi adalah tinggi ibu < 150 cm dan indeks massa tubuh (IMT) < 18,5 cm, kenaikan berat badan ibu di bawah standar, dan asupan nutrisi ibu di bawah tingkat kecukupan gizi.

Promosi kesehatan, termasuk edukasi gizi, sangat berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan seseorang, termasuk wanita hamil, tentang informasi kesehatan. Penelitian yang dilakukan di Aceh menunjukkan bahwa intervensi edukasi gizi efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang perilaku pencegahan stunting pada wanita hamil (p = 0,002) [12]. Selain itu, memberikan edukasi gizi interaktif terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan tindakan terkait gizi dan kesehatan dalam kelompok wanita hamil yang menerima intervensi. Berdasarkan penjelasan di atas, para peneliti tertarik untuk meneliti efektivitas memberikan edukasi gizi kepada wanita hamil yang memiliki postur tubuh pendek untuk mencegah stunting kehamilan.

Pemberdayaan wanita hamil dengan postur tubuh pendek melalui pendampingan kader kesehatan diharapkan dapat membantu wanita hamil meningkatkan pengetahuan, pemahaman, sikap, perilaku, dan kesadaran mereka untuk dapat mengakses layanan kehamilan dan mengonsumsi makanan bergizi yang bermanfaat untuk kesehatan ibu dan janin. Bantuan dari kader kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan tindakan wanita hamil dalam layanan antenatal care (ANC). Hal ini dapat dilihat dari peningkatan jumlah kunjungan ke Posyandu oleh wanita hamil setiap bulan. Pengetahuan wanita hamil tentang layanan ANC (kehamilan) memiliki efek signifikan terhadap panjang tubuh saat lahir. Jika ibu memiliki pengetahuan dan pemahaman yang baik tentang manfaat layanan kehamilan untuk kesehatan ibu dan janin, ibu akan rajin memeriksakan kehamilannya di Posyandu; dari hasil pemeriksaan tersebut, ibu dapat mengetahui pertumbuhan dan perkembangan janin setiap bulan dan dapat meminimalkan risiko stunting kehamilan. Pengetahuan tentang asupan gizi wanita hamil memiliki efek signifikan terhadap panjang tubuh saat lahir. Jika ibu memiliki pengetahuan dan pemahaman dalam memilih dan mengolah makanan bergizi yang bermanfaat bagi ibu hamil dan pertumbuhan janin, itu akan meminimalkan terjadinya stunting kehamilan.

Penulis: Trias Mahmudiono, SKM., MPH., GCAS., Ph.D

Informasi detail dari penelitian ini dapat dilihat pada:

Muhamad Z, Mahmudiono T, Abihail CT, Sahila N, Wangi MP, Suyanto B, Binti Abdullah NA. “Preliminary Study: The Effectiveness of Nutrition Education Intervention Targeting Short-Statured Pregnant Women to Prevent Gestational Stunting”. Nutrients. 2023; 15(19):4305.

AKSES CEPAT