Masalah kesehatan gigi pada anak sering kali dianggap sepele. Padahal, kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Salah satu masalah yang paling sering terjadi pada anak adalah gigi berlubang atau karies. Bahkan, kondisi ini sudah bisa muncul sejak usia prasekolah.
Anak-anak, khususnya usia di bawah 6 tahun, memiliki risiko tinggi mengalami karies. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti lapisan gigi susu yang lebih tipis dibandingkan gigi permanen, kebiasaan menyikat gigi yang belum optimal, serta pola makan yang tinggi gula
Data menunjukkan bahwa jumlah anak yang mengalami gigi berlubang masih tinggi, baik di dunia maupun di Indonesia. Ini menjadi tanda bahwa masalah ini perlu mendapat perhatian khusus. Anak-anak umumnya sangat menyukai makanan dan minuman manis seperti permen, cokelat, kue dan donat, es krim, biscuit, minuman manis seperti susu dan sirup.
Namun, di balik rasanya yang lezat, makanan tinggi gula dapat berdampak buruk pada kesehatan gigi. Gula yang menempel di permukaan gigi akan menjadi 渕akanan bagi bakteri. Bakteri ini kemudian menghasilkan asam yang dapat merusak lapisan gigi dan menyebabkan lubang.
Semakin sering anak mengonsumsi makanan manis, semakin besar pula risiko terjadinya karies. Penelitian yang dilakukan pada 252 anak prasekolah di Surabaya menunjukkan hasil yang cukup mengkhawatirkan dimana lebih dari 80% anak mengalami gigi berlubang. Hampir semua anak memiliki plak gigi (tanda kebersihan mulut kurang baik). Anak yang sering mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula cenderung memiliki lebih banyak karies dan plak. Artinya, ada hubungan nyata antara pola makan tinggi gula dengan kesehatan gigi anak.
Pola makan tinggi gula terbukti berkaitan erat dengan meningkatnya risiko gigi berlubang dan kebersihan mulut yang buruk pada anak prasekolah. Semakin sering anak mengonsumsi makanan manis, semakin besar pula risiko kerusakan gigi yang terjadi. Penelitian sebelumnya dari Xu juga mendukung hasil penelitian ini yaitu menemukan bahwa anak-anak dengan kebiasaan konsumsi makanan manis yang sering 3,452 kali lebih memiliki Risiko untuk mengalami perkembangan karies gigi dibandingkan dengan mereka yang frekuensi konsumsi makanan manis lebih rendah.
Sehingga, kesimpulannya, makanan tinggi gula seperti permen, kue kering, cokelat, donat, dan kue, serta minuman seperti susu dan sirup dapat memengaruhi hasil kesehatan mulut pada anak prasekolah. Semakin banyak mereka mengonsumsi makanan tinggi gula, semakin rentan mereka terhadap karies gigi dan plak gigi yang memengaruhi hasil kesehatan mulut. Korelasi antara pola makan tinggi gula, karies gigi, dan kebersihan mulut telah dinyatakan signifikan. Menjaga kesehatan gigi anak bukan hanya soal estetika, tetapi juga berpengaruh pada tumbuh kembang, nafsu makan, hingga kualitas hidup mereka.
Penulis: Aisyah Rachmadani Putri Gofur, Dini Setyowati, Abdullah Sherf Hemadi, Yosephine Sirait, Amanda Paramitha Putri Aryandhita, Faiza Mahira Rusdi, Ovin Gabriella Notonugroho, Nurshiffa Hanifatul Amrina Jaelani, Sella Pujaya Wahyu Aifm
How to cite: Aisyah Rachmadani Putri Gofur, Dini Setyowati, Abdullah Sherf Hemadi, Yosephine Sirait, Amanda Paramitha Putri Aryandhita, Faiza Mahira Rusdi, Ovin Gabriella Notonugroho, Nurshiffa Hanifatul Amrina Jaelani, Sella Pujaya Wahyu Aifma “Exploring the high-sugar diet and oral health outcomes in preschool children: a cross-sectional analysis”. International Journal of Dental Sciences, Volume 8, Issue 2, 2026, Pages 10-14





