51动漫

51动漫 Official Website

Ekstrak Bawang Lanang Terbukti Lindungi Hati dari Kerusakan Akibat Obat Antiinflamasi

Ilustrasi Bawang Lanang (Sumber; Alodokter)
Ilustrasi Bawang Lanang (Sumber; Alodokter)

Tim peneliti berhasil membuktikan bahwa ekstrak bawang lanang (Allium sativum var. Solo garlic) mampu melindungi hati dari kerusakan akibat konsumsi obat antiinflamasi piroksikam. Hasil penelitian ini memberikan harapan baru terhadap pengembangan terapi berbasis herbal untuk menjaga kesehatan hati, terutama bagi penderita gangguan inflamasi.

Piroksikam, obat antiinflamasi non-steroid (OAINS) yang kerap digunakan untuk meniru kondisi peradangan pada model penyakit radang usus (IBD), diketahui dapat merusak sistem kekebalan tubuh dan lapisan mukosa usus, serta memicu produksi radikal bebas berlebih. Hal ini dapat menyebabkan stres oksidatif dan berujung pada kerusakan organ, termasuk hati.

Penelitian yang dilakukan menggunakan 30 ekor tikus putih jantan strain Wistar ini bertujuan menguji efek perlindungan dari ekstrak bawang lanang terhadap kerusakan hati yang diinduksi piroksikam. Tikus dibagi dalam lima kelompok, termasuk kelompok kontrol negatif, kontrol positif (diberi piroksikam 20 mg/kgBB), dan tiga kelompok perlakuan yang masing-masing diberi ekstrak bawang lanang dengan dosis 75, 100, dan 125 mg/kgBB selama 14 hari.

Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan pada kadar enzim superoxide dismutase (SOD), penanda aktivitas antioksidan, terutama pada kelompok yang mendapat dosis tertinggi. Di sisi lain, kadar malondialdehyde (MDA), penanda kerusakan oksidatif, menurun drastis di semua kelompok perlakuan. Secara histologis, kondisi jaringan hati tikus yang diberi ekstrak bawang lanang menunjukkan perbaikan yang nyata.

淜ami menemukan hubungan dosis yang kuat antara pemberian ekstrak bawang lanang dan perbaikan indikator kerusakan hati. Ini menunjukkan potensi ekstrak ini sebagai agen hepatoprotektif yang layak dikembangkan, ungkap tim peneliti dalam laporannya.

Dengan temuan ini, ekstrak bawang lanang攜ang selama ini dikenal dalam pengobatan tradisional攌embali mendapat sorotan ilmiah sebagai sumber antioksidan alami yang efektif. Namun, para peneliti menegaskan bahwa studi lanjutan masih diperlukan untuk mengungkap mekanisme molekuler yang mendasari efek perlindungan ini dan mengoptimalkan penggunaannya dalam terapi penyakit radang usus dan gangguan hati lainnya.

Penulis: Maya Nurwartanti Yunita, drh., M.Si

Link:

AKSES CEPAT