51动漫

51动漫 Official Website

Perubahan Hematologi dan Kelimpahan Bakteri Edwardsiella Tarda pada Ikan Lele

Ilustrasi Ikan Lele (Sumber: Okezone)
Ilustrasi Ikan Lele (Sumber: Okezone)

Ikan lele (Clarias gariepinus) merupakan salah satu ikan yang sangat digemari masyarakat karena beberapa keunggulan yang dimiliki antara lain laju pertumbuhan yang cepat, tahan terhadap penyakit serta memiliki kandungan gizi yang lengkap. Budidaya ikan lele banyak dilakukan dengan padat tebar yang tinggi, sehingga semakin banyak limbah metabolik yang dihasilkan yang dapat menyebabkan ikan menjadi stress dan rentan terinfeksi penyakit seperti Edwardsiellosis akibat bakteri E. tarda. Infeksi bakteri ini dapat terjadi secara horizontal melalui kohabitasi antara ikan sakit dan ikan sehat, serta dari media hidup ikan. Berdasarkan penelitian sebelumnya, ikan wader pari berpotensi sebagai media pembawa infeksi bakteri E. tarda yang dapat menularkan pada ikan yang rentan, salah satunya ikan lele. Metode infeksi E. tarda secara horizontal telah dilaporkan terjadi pada beberapa spesies ikan antara lain pada ikan patin dan ikan nila yang mengakibatkan tingkat mortalitas yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisa profil hematologi dan kepadatan bakteri pada organ ikan lele yang terinfeksi E. tarda secara horizontal karena kohabitasi dengan ikan wader pari carrier.

Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental menggunakan perlakuan berupa perbedaan rasio padat tebar yaitu rasio ikan wader pari dengan ikan lele 1:1 (P1); 1:2 (P2) dan 2:1 (P3), kontrol positif dan kontrol negatif dengan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Sebelumnya dilakukan perendaman ikan wader pari dengan suspensi bakteri E. tarda dengan kepadatan 1013 CFU/mL selama 14 hari. Selanjutnya dilakukan pemeliharaan bersama antara ikan wader pari carrier dengan ikan lele sehat sesuai dengan perlakuan selama 5 hari. Perlakuan kontrol positif, ikan lele direndam dengan suspensi bakteri E. tarda dengan kepadatan 1013 CFU/mL, sedangkan pada kontrol negatif, ikan lele tidak dilakukan perendaman bakteri E. tarda. Parameter yang diamati yaitu tingkat kelangsungan hidup, profil hematologi (total eritrosit, total leukosit, kadar hemoglobin, persentase monosit, neutrofil dan limfosit) serta kepadatan bakteri pada organ ikan lele yaitu hati, ginjal dan limpa.

Hasil penelitian menunjukkan terjadinya kematian total (100%) pada ikan lele setelah dikohabitasi dengan ikan wader pari carrier E. tarda pada akhir pengamatan. Selain itu, terjadi perubahan profil hematologi ikan lele sakit yang signifikan setelah dilakukan kohabitasi dengan ikan wader pari carrier E. tarda. Perubahan yang terjadi berupa peningkatan persentase neutrofil, limfosit dan monosit serta terjadi penurunan jumlah sel darah merah, sel darah putih dan kadar hemoglobin. Sedangkan bakteri E. tarda terdeteksi pada seluruh organ ikan lele dengan nilai tertinggi pada organ hati sebesar 1.15卤0.11 脳104 CFU/mL. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu metode infeksi horizontal dari ikan sakit (wader pari) ke ikan sehat (lele) menghasilkan tingkat mortalitas yang tinggi serta menunjukkan perubahan profil hematologi yang berbeda dengan ikan sehat.

Penulis: Mohammad Faizal Ulkhaq, S.Pi., M.Si.

Link:

AKSES CEPAT