Kandidiasis oral adalah infeksi oportunistik pada area mukosa oralyang disebabkan oleh pertumbuhan berlebih dari Candida sp. Infeksi kandidiasis oral merupakan infeksi oportunistik yang dipengaruhi oleh faktor pejamu. Salah satu faktor predisposisi dari infeksi oportunistik ini adalah terjadi gangguan atau kegagalan imunitas tubuh yang paling sering ditemukan pada pasien dengan infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immunoceficiency Syndrome (AIDS).
Terapi kandidiasis oral dapat diberikan sesuai dengan beratnya penyakit. Terapi kandidiasis oral dapat diberikan obat antijamur nistatin suspensi oral dan atau flukonazol sebagai antijamur sistemik. Penelitian in vitro di India yang meneliti kepekaan nistatin terhadap spesies Candida pada pasien HIV didapatkan 2,8% isolat spesies Candida resisten terhadap nistatin. Resistensi terhadap nistatin dilaporkan jarang terjadi dan telah dikaitkan dengan perubahan pada membran sel jamur dan pembentukan biofilm. Permasalahan resistensi dan pembentukan biofilm obat antijamur salah satunya dapat diatasi dengan pencarian obat anti jamur baru.
Beberapa kandidat antijamur salah satunya adalah ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctum Linn.) yang memiliki komponen utama yaitu eugenol yang mana dari beberapa penelitian memiliki peran dalam menghambat pertumbuhan Candida sp.dan diujikan dalam penelitian ini. Berdasar pada beberapa data tersebut, peneliti bertujuan untuk melakukan penelitian uji in vitro ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctum Linn.) dan eugenol terhadap isolat tersimpan spesies Candida dan membandingkannya dengan terapi obat standar pada kandidiasis oral yaitu nistatin yang saat ini mulai ditemukan adanya laporan resistensi.
Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan menggunakan metode difusi cakram yang bertujuan untuk mengevaluasi perbandingan aktivitas antijamur ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctum Linn.) dengan dosis setara dengan eugenol 800 g/mL dan 400
g/mL, eugenol dengan dosis 800
g/mL dan 400
g/mL kemudian dibandingkan dengan nistatin 100 IU terhadap 40 isolat tersimpan Candida sp. yang terdiri dari 20 Candida albicans dan 20 Candida non-albicans yang diisolasi dari rongga mulut pasien HIV/AIDS yang menjalani rawat inap di Unit Perawatan Intermediet Penyakit Infeksi (UPIPI) RSUD Dr. Soetomo Surabaya periode April 2019 “ Juli 2019 yang di aktifkan kembali. Uji aktivitas antijamur menggunakan metode disk difusi yaitu menggunakan kertas cakram atau blank disc.
Pada seluruh spesies Candida didapatkan rerata zona hambat nistatin yaitu sebesar 22,98 mm, eugenol 800 g/mL yaitu sebesar 17,07 mm, eugenol 400
g/mL yaitu sebesar 15,89 mm, ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctum Linn.) setara dengan eugenol 800
g/mL yaitu sebesar 14,87 mm, dan ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctum Linn.) setara dengan eugenol 400
g/mL yaitu sebesar 14,01 mm.
Pada spesies Candida albicans didapatkan rerata zona hambat nistatin yaitu sebesar 23,08 mm, eugenol 800 g/mL yaitu sebesar 16,76 mm, eugenol 400
g/mL yaitu sebesar 15,52 mm, ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctum Linn.) setara dengan eugenol 800
g/mL yaitu sebesar 14,41 mm, dan ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctum Linn.) setara dengan eugenol 400
g/mL yaitu sebesar 13,62 mm.
Pada spesies Candida non-albicans didapatkan rerata zona hambat nistatin yaitu sebesar 22,88 mm, eugenol 800 g/mL yaitu sebesar 17,38 mm, eugenol 400
g/mL yaitu sebesar 16,25 mm, ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctum Linn.) setara dengan eugenol 800
g/mL yaitusebesar 15,34 mm, dan ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctum Linn.) setara dengan eugenol 400
g/mL yaitusebesar 14,39 mm.
Data dianalisis dengan hasil terdapat perbedaan signifikan antara rerata zona hambat nistatin yang merupakan obat antijamur standar dibandingkan dengan zona hambat eugenol 800 g/mL, eugenol 400
g/mL, ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctum Linn.) setara dengan eugenol 800
g/mL, dan ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctum Linn.) setara dengan eugenol 400
g/mL terhadap pertumbuhan Candida pada seluruh spesies, Candida albicans dan Candida non-albicans.
Hasil penelitian ini membuktikan bahwa nistatin, ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctum Linn.) dan eugenol menunjukkan efek antijamur terhadap spesies penyebab kandidiasis oral pada pasien HIV/AIDS. Zona hambat nistatin secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctum Linn.) dan eugenol terhadap isolat Candida albicans dan Candida non-albicans. Studi in vivo lebih lanjut pada model hewan untuk menilai kemanjuran terapeutiknya, formulasi untuk aplikasi topikal, serta toksisitasnya diperlukan untuk menilai potensi daun kemangi (Ocimum sanctum Linn.) dan eugenol untuk aplikasi terapeutik, mengingat kegagalan pengobatan yang berkembang dan resistensi antijamur pada spesies Candida.
Penulis: Dr. dr. Dwi Murtiastutik, Sp.KK(K)
Informasi lengkap dari artikel ini dapat dilihat pada tulisan kami di :
Comparison of Antifungal Susceptibility Basil Leaves Extract (Ocimum sanctum Linn.), Eugenol, and Nystatin against Isolates of Candida spp. as Important Agentcausing Oral Candidiasis in HIV/AIDS Patient
Emma Hidayati Sasmito, Afif Nurul Hidayati, Rahmadewi, Sawitri, Budi Utomo, Sudjarwo, Pepy Dwi Endraswari, Diah Mira Indramaya, Dwi Murtiastutik





