51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Ekstrak Etanol Bunga Bougenville sebagai Tabir Surya

Bunga Bougenville (Foto: dok pribadi)

Sinar matahari merupakan sumber cahaya alami yang memiliki manfaat dan berperan sangat penting bagi manusia dalam membantu pembentukan vitamin D yang dibutuhkan oleh tulang. Namun, paparan sinar ultraviolet matahari yang berlebihan dapat berdampak buruk pada kulit manusia. Berdasarkan panjang gelombang dan efek fisiologisnya, sinar ultraviolet diklasifikasikan menjadi Ultraviolet A (320“400 nm), Ultraviolet B (290“320 nm), dan Ultra Violet C (100“280 nm).

Foton ultraviolet yang paling berbahaya adalah sinar UV-B karena menghasilkan perubahan jangka pendek seperti eritema, pigmentasi, dan fotosensitifitas, serta dampak jangka panjang seperti penuaan dini dan kanker kulit ketika terpapar pada kulit manusia. Pencegahan dampak buruk sinar matahari pemaparannya dapat dilakukan dengan menggunakan tabir surya.

Tabir surya adalah bahan kimia yang menghalangi sinar ultra violet (UV) agar tidak merusak kulit. Tabir surya fisik memiliki mekanisme untuk memantulkan dan menghamburkan radiasi ultraviolet serta tidak tembus cahaya, sedangkan tabir surya kimia memiliki mekanisme untuk menyerap radiasi ultraviolet.

Perkembangan tabir surya saat ini lebih mengarah pada penggunaan bahan-bahan alami karena lebih murah, mudah diperoleh, dan tidak mempunyai efek samping yang berbahaya. Penelitian yang dilakukan oleh Nuryani dkk. (2001) menemukan bahwa bunga Bougainvillea spectabilis Willd mengandung flavonoid dan fenolik sebagai antioksidan dengan IC50 sebesar 4,03 mg/mL sehingga mengurangi intensitasnya pada kulit.

Pada penelitian ini dibuktikan seberapa besar kemampuan ekstrak etanol bunga Bougenville (Bougainvillea spectabilis Willd) dapat berfungsi sebagai tabir surya. Pengujian dilakukan dengan menentukan nilai Sun Protection Factor (SPF), nilai persen transmisi eritema (%Te) dan persen transmisi pigmentasi (%Tp) ekstrak etanol bunga Bougainvillea spectabilis Wild.

Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah bunga Bougenville dikumpulkan diari Kelurahan Liliba Kota Kupang. Dikeringkan dengan cara diangin-anginkan. Setelah itu dihaluskan dan diayak dengan ayakan 60 mesh, kemudian dimaserasi dengan etanol selama lima hari sambil diaduk sesekali, di tempat yang terlindung dari sinar matahari langsung. Campuran disaring, dan filtratnya dikumpulkan. Untuk memperoleh ekstrak yang kental, hasil ekstrak cair atau maserat terlebih dahulu diuapkan menggunakan evaporator pada suhu 60°C, kemudian dipadatkan kembali menggunakan penangas air. Hasilnya kemudian disimpan dalam wadah tertutup dan disimpan di tempat sejuk dan gelap, dan gelap.

Penentuan Nilai Sun Protection Factor (SPF), menggunakan Spektrofotometri UV-Vis pada larutan ekstrak etanol bunga Bougainvillea spectabilis Willd yang telah dibuat dalam lima seri konsentrasi 200, 400, 600, 800, dan 1000 ppm yang diukur serapannya pada panjang gelombang antara 200-400 nm, dengan menggunakan alkohol sebagai blanko. Nilai serapan dicatat setiap interval 5 nm pada panjang gelombang 290-320 nm. Nilai SPF dihitung berdasarkan rumus berikut:

CF = Faktor Koreksi

EE = Spektrum Efek Eritema

I = Spektrum Intensitas Matahari

Abs = Absorbansi Sampel

Penentuan nilai Persen Transmisi Eritema dan Pigmentasi dilakukan dengan cara mengukur serapan larutan ekstrak etanol bunga Bougenville dalam 4 seri konsentrasi 200, 400, 600, dan 800 ppm pada panjang gelombang antara 292,5-337,5nm. Nilai Persen Transmisi Eritema dihitung berdasarkan rumus berikut:

Erythema Transmission (%Te) = Ee/Z.Fe

T = Nilai transmisi Fe = Fluks eritema

Ee = T. Fe = total fluks eritema yang ditransmisikan ekstrak pada panjang gelombang 292,5 – 317,5nm

Nilai Persen Transmisi Pigmentasi dihitung dengan rumus:

Transmission of Pigmentation (%Tp) = Ep/Z.Ep

T = nilai transmisi Fp = fluks pigmentasi

Ep = T.Fp = total fluks pigmentasi yang ditransmisikan ekstrak pada panjang gelombang 322,5 “ 372,5nm

Fp = Jumlah energi sinar UV yang menyebabkan pigmentasi

Hasil

Ekstrak etanol bunga Bougainvillea spectabilis Willd mempunyai aktivitas tabir surya.  Dengan nilai SPF masing-masing pada konsentrasi 200, 400, 600, dan 800 ppm yaitu 2,583, 7,612, 20,715 dan 64,367. Nilai persen transmisi eritema pada konsentrasi 200, 400, 600 dan 800 ppm masing-masing sebesar 43,809%, 18,019%, 7,803% dan 3,072%. Nilai persen transmisi pigmentasi pada konsentrasi 200, 400, 600 dan 800 ppm masing-masing sebesar 58,222%, 34,022%, 21,255%, dan 13,129%.

Penulis: Prof. Dr. apt. Tristiana Erawati M., Dra., M.Si.

Informasi detail riset ini dapat diakses pada artikel kami di:

Baca Juga: Tips Sehat dan Aman Konsumsi Daging Kurban

AKSES CEPAT