Penyakit hati adalah istilah yang digunakan untuk setiap gangguan pada hati sehingga menyebabkan organ ini tidak dapat berfungsi dengan baik. Penyakit hati dapat disebabkan oleh banyak faktor, seperti infeksi virus, kecanduan alkohol, penumpukan lemak di hati dan gangguan atau penyakit pada saluran dan kandung empedu (penyakit hepatobilier). Hati memiliki beragam fungsi penting, antara lain membersihkan darah dari senyawa berbahaya, berperan dalam proses metabolisme, pembekuan darah serta lebih dari 500 fungsi penting lainnya.
Pemanfaatan tanaman herbal sebagai pengobatan alternatif penyakit hepatobilier masih terus dilakukan. Salah stunya adalah penelitian untuk menguji kemampuan ekstrak oligomerik proantosianidin biji anggur (Oligomeric-Grape Seed Proantocyanidine Extract/O-GSPE) dalam melindungi hati dari kerusakan yang disebabkan oleh kolestasis (gangguan aliran cairan empedu). Tikus sebagai hewan percobaan dibuat mengalami kolestasis dengan menggunakan teknik ligasi saluran empedu (bile duct ligation/BDL). Tikus jantan dewasa digunakan dan dibagi secara acak menjadi 3 kelompok perlakuan. Kelompok pertama adalah tikus sehat, kelompok kedua adalah tikus yang mengalami ligasi saluran empedu, dan kelompok ketiga adalah tikus yang mengalami ligasi saluran empedu dan diterapi dengan ekstrak oligomerik proantosianidin biji anggur dengan dosis 400mg/kg BB/hari, diberikan melalui mulut, dimulai pada hari kedua setelah ligasi saluran empedu (BDL) dan diberikan selama 21 hari.
Pengamatan pada hari ke-22 dilakukan terhadap empat enzim hati dan empedu, yaitu aspartate aminotransferase (AST), alanine aminotransferase (ALT), alkaline phosphatase (ALP) dan gamma-glutamyltransferase (GGT) dinilai menggunakan spektrofotometer. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap penanda inflamasi, antara lain interleukin 6 (IL-6) dan transforming growth factor beta 1 (TGF-尾1) menggunakan teknik pemeriksaan histopatologi dengan pewarnaan Hematoxylin dan Eosin (HE) dan imunohistokimia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak oligomerik proantosianidin biji anggur dengan dosis 400mg/kg BB/hari dapat menurunkan kadar AST, ALT, ALP dan GGT serta mampu memperbaiki kerusakan sel hati dan menurunkan ekspresi IL-6 dan TGF-尾1. Hal ini diduga disebabkan karena kandungan bahan aktif dan aktivitas antioksidan dan antiinflamasi yang dimiliki.
Penulis: Wiwik Misaco Yuniarti
Link:
Baca juga: Upaya Mencegah Komplikasi Diabetes Mellitus pada Gangguan Fungsi Hati Secara Alamian





