51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Upaya Mencegah Komplikasi Diabetes Mellitus pada Gangguan Fungsi Hati Secara Alamian

Global Diabetes Cases melaporkan terdapat hampir 529 juta penduduk dunia pada tahun 2023 menderita Diabetes Mellitus (DM). Penyakit ini ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah secara kronis yang disebabkan oleh berkurangnya atau tidak adanya produksi insulin oleh sel beta pankreas. Keadaan ini akan menimbulkan gangguan metabolisme karbohidrat, protein dan lemak. Penyakit kronis ini juga telah menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di seluruh dunia.  Dampak serius lainnya yang terjadi pada penyakit ini adalah timbulnya gangguan fungsi hati serius pada lebih dari setengah jumlah pasien DM tersebut. Ini memerlukan upaya lebih dini pada pasien DM agar tidak mengalami komplikasi lebih lanjut.

Gangguan metabolis pada DM dapat meningkatkan kadar radikal bebas sistemik dalam jangka waktu yang lama. Pada keadaan fisiologi, radikal bebas dihasilkan terus-menerus di dalam tubuh sebagai hasil dari proses metabolisme normal dan interaksi dengan rangsangan lingkungan. Sistem pertahanan antioksidan juga tersedia secara berkeseombangan untuk melawan efek produksi radikal bebas tersebut. Tetapi pada keadaan patofisiologis seperti keadaan DM, terjadi ketidakseimbangan antara produksi substansi oksidatif dan antioksidan. Ini berdampak pada peningkatan stress oksidatif sistemik yang dapat menimbulkan komplikasi pada organ utama seperti hepar.

Strategi terapi pada DM saat ini telah memberikan outcome klinik yang baik. Pengembangan obat antidiabetik pun sangat signifikan dalam meningkatkan efektifitas, aksi yang spesifik dan menurunkan efek yang tidak dihendaki. Namun karena progresivitas penyakit DM secara natural meningkat dan penggunaan jangka panjang antidiabetik maka terjadinya kompliksasi dan berbagai efek samping antidiabetik tidak dapat dihindarkan. Salah satu organ sensitive yang terdampak adalah hepar. Beberapa laporan penelitian telah menunjukkan bahwa penggunaan agen antidiabetik sintetik dapat menyebabkan peningkatan kadar serum penanda kecederaan hati secara sistemik. Untuk itu pengembangan obat yang berasal dari alam, seperti tanaman sambiloto, mengkudu, brotowali ataupun kayu hitam, yang sangat efektif, aman dan tidak menyebabkan gangguan fungsi organ hepar sangat diperlukan.

Dalbergiella welwitschia (D welwitschia) atau disebut kayu hitam (black wood dalam bahasa Inggris), yang termasuk dalam familia Fabaceae banyak ditemukan di Afrika seperti Guinea, Nigeria dan Angola. D. welwitschii berupa tanaman semak merambat yang biasanya tumbuh setinggi 5“8 m. Secara tradisional tanaman ini digunakan dalam menangani berbagai penyakit metabolisme. Secara etnofarmasi daun dan akarnya digunakan dalam pengobatan gangguan perut, akar juga berperan sebagai penangkal sengatan hewan berbisa. Bagian herba lainnya sering ditujukan sebagai antihipertensi, antikanker, antimalaria, antibakteri dan antidiabetes.  Kandungan fitokimia seperti alkaloid, fenolat, triterpen dan flavonoid telah digunakan banyak dikembangkan sebagai obat tradisional dalam mengatasi DM dibandingkan dengan penyakit lainnya. Selain itu, alkaloid memainkan peran penting sebagai anti DM melalui pengendalian kadar glukosa darah melalui peningkatan serapan glukosa ke dalam sel dan sintesis glikogen.

Oleh karena itu penelitian ini dirancang untuk mengevaluasi efek ekstrak D. welwitstchi yang kaya alkaloid terhadap aktivitas antidiabetik dan kerusakan hati pada tikus diabetes yang diinduksi oleh streptozotosin. Diabetes diinduksi dengan streptozotosin 45 mg/kgbb secara intraperitonal. Selanjutnya, diberikan air glukosa 5 % (w/v) kepada hewan coba selama 24 jam. Hewan coba sebanyak 48 ekor dikelompokkan menjadi lima, yaitu kelompok kontrol normal (NC), kontrol diabetes (DC), diabetes diberikan dosis rendah (50 mg/kgbb) (DWL) dan diabetes diberikan dosis tinggi (100 mg/kgbb) (DWH) ekstrak daun D. welwitschi yang kaya alkaloid dan kelompok tikus diabetes diberikan 200 mg/kg berat badan metformin (MET). Hewan dikorbankan pada hari ke 21 setelah induksi dan perlakuan dengan ekstrak daun D.  welwistchi. Sample darah dan organ hati diambil untuk dievaluasi protein penanda kerusakan hati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tikus diabetes yang diberikan DWL, DWH dan MET secara signifikan (p <0,05) meningkatkan kadar AST, ALT, albumin, SOD, CAT, GSH, dan GPX hati bila dibandingkan dengan kelompok DC dan tidak ada perbedaan yang signifikan (p > 0,05) jika dibandingkan dengan kelompok NC. Selain itu, tikus diabetes yang diberikan DWL, DWH dan MET menurunkan secara signifikan (p < 0,05) kadar GGT, MDA, DNA terfragmentasi dan protein karbonil jika dibandingkan dengan kelompok DC dan tidak ada perbedaan yang signifikan (p > 0,05) jika dibandingkan dengan kelompok NC. Selain itu, pemeriksaan histopatologi menunjukkan bahwa tikus diabetes pada kelompok DWL, DWH dan MET mempunyai struktur sel hepatosit yang normal dan tidak mengalami perubahan.

Dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun D. welwitschi yang kaya alkaloid dapat meningkatkan kadar dan aktivitas AST, ALT, SOD, CAT, GPx, GST, dan albumin serum pada model hewan coba model DM. Selain itu, ekstrak tersebut juga memperbaiki kadar MDA dan GGT. Hal ini juga didukung dengan pemeriksaan histologis hati sehingga ekstrak ini diprediksi dapat bermanfaat dalam mencegah terjadinya komplikasi hepatopati pada keadaan DM.

Penulis : Junaidi Khotib

Judul Paper ÌýÌýÌý : Dalbergiella welwitschiaÌý(Baker) Baker f. alkaloid-rich extracts attenuate liver damage in streptozotocin-induced diabetic rats

Penulis             : B.O. Ajiboye, S. Dada, H.O. Fatoba, O.E. Lawal, O.H. Oyeniran, O.Y. Adetuyi,

  A. Olatunde, M. Taher, J. Khotib, D. Susanti, B.E. Oyinloye

Jurnal               : Biomedicine and Pharmacotherapy 168 (2023) 115681

DOI                 :

ISSN               : 07533322

Penerbit ÌýÌýÌýÌýÌýÌýÌýÌýÌý : Elsevier Masson s.r.l.Ìý

Link ÌýÌýÌýÌýÌýÌýÌýÌýÌýÌýÌýÌýÌýÌýÌý :

Bidang            : Pharmacology 18/301 (94%)

Received 24 July 2023; Received in revised form 6 October 2023; Accepted 7 October 2023

 

AKSES CEPAT