51动漫

51动漫 Official Website

Ekstrak Teh Hijau (Camellia sinensis) sebagai Bioreduktor Nanopartikel Perak untuk Inaktivasi Bakteri Patogen

Ilustrasi teh hijau (Foto: Alodokter)

Potensi resistensi antibiotik dan penyebaran bakteri patogen, seperti Escherichia coli dan Staphylococcus aureus, masih menjadi perhatian global. Pengendalian penyakit nosokomial di rumah sakit sangat menantang karena pesatnya perkembangan resistensi patogen terhadap obat antimikroba. Peningkatan resistensi ini menegaskan kebutuhan akan agen antimikroba baru yang efektif sekaligus ramah lingkungan.

Nanopartikel perak (AgNP) memiliki sifat antibakteri yang poten, yang dipengaruhi oleh ukuran, bentuk, tingkat agregasi, fase pertumbuhan bakteri, dan paparan radiasi. AgNP mampu menembus membran sel bakteri pada skala nano, mengganggu aktivitas enzimatik, serta memicu stres oksidatif yang berujung pada kematian sel. Metode sintesis hijau lebih dipilih karena sederhana, berkelanjutan, dan ramah lingkungan. Metode ini memanfaatkan biomolekul dari tumbuhan sebagai agen pereduksi sekaligus penstabil.Ekstrak teh hijau (Camellia sinensis) mengandung flavonoid, polifenol, dan katekin yang berfungsi sebagai bioreduktor sekaligus penstabil efektif dalam sintesis nanopartikel perak.

Sintesis hijau berbantuan gelombang mikro berhasil digunakan untuk menghasilkan AgNP. Pembentukan nanopartikel dikonfirmasi melalui spektroskopi UV-Vis dan analisis distribusi ukuran partikel. Perubahan warna menjadi kuning kecokelatan juga diamati, yang menandakan terbentuknya AgNP.Sifat antibakteri CS-AgNP kemudian diuji terhadap S. aureus dan E. coli menggunakan laser dioda biru (405 nm). Hasilnya, pada konsentrasi 2 mM dengan paparan laser selama 180 detik, tingkat inaktivasi mencapai 79,01% untuk E. coli dan 89,74% untuk S. aureus. Sementara itu, perlakuan laser tanpa AgNP hanya menghasilkan tingkat inaktivasi sebesar 70,15% untuk E. coli dan 76,07% untuk S. aureus.Temuan ini menunjukkan bahwa nanopartikel perak yang disintesis dari ekstrak teh hijau berfungsi sebagai fotosensitizer yang efektif, sehingga secara signifikan meningkatkan efek fotoinaktivasi bakteri.

Penulis: Suryani Dyah Astuti

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

AKSES CEPAT