51动漫

51动漫 Official Website

Elektrokauter sebagai Pilihan Perawatan Mukokel pada Pasien Gigi Anak

Foto by detikHealth

Mukokel merupakan salah satu lesi jaringan lunak rongga mulut yang cukup banyak ditemui pada anak-anak. Mukokel berupa benjolan berisi cairan yang sering ditemukan pada permukaan bibir rahang bawah. Tipe ekstravasasi biasanya ditemukan di kelenjar ludah minor dan terbentuk sebagai akibat dari kebocoran saluran kelenjar dan asinus ke jaringan lunak sekitarnya. Sedangkan tipe retensi terbentuk akibat pembuntuan saluran kelenjar ludah dan umumnya ditemukan di saluran kelenjar ludah utama.  

Perkiraan prevalensi mukokel yaitu 2,4 kasus per 1000 orang dan menempati posisi ke 15 lesi jaringan lunak mulut anak. Mukokel dapat terjadi di mana saja di mukosa mulut, termasuk bibir, pipi, dan dasar mulut. Mukokel dapat terjadi akibat trauma atau dari kebiasaan menggigit bibir. Dengan kemajuan teknologi kedokteran gigi, penting mempertimbangakan kenyamanan dalam menentukan pilihan perawatan mukokel pada anak.

Beberapa pilihan perawatan mukokel termasuk yang umum yaitu teknik eksisi dengan pisau bedah, kemudian perawatan menggunakan elektrokauter, ablasi laser dan menyuntikkan kortikosteroid. Elektrokauter dapat menjadi pengobatan pilihan untuk mukokel karena dapat meringankan kecemasan dan ketidaknyamanan pasien. Tindakan dengan menggunakan elektrokauter menghasilkan perdarahan dan kerusakan jaringan yang minimal. Studi terbatas sebelumnya mengenai penggunaan elektrokauter pada kasus mukokel anak melaporkan bahwa perawatan lebih cepat serta lebih sederhana dan didapatkan pula bahwa ketidaknyamanan pasca tindakan minimal bila dibanding perawatan konvensional dengan pembedahan.

Di kesempatan ini kami melaporkan dua kasus mukokel pada pasien anak yang telah dilakukan perawatan menggunakan elektrokauter. Kasus pertama yaitu anak perempuan usia 10 tahun dengan lesi benjolan berisi cairan pada bibir bawah berdiameter 5mm yang telah ada sejak 3 bulan yang lalu. Kasus kedua, yaitu anak perempuan usia 9 tahun yang juga terdapat benjolan berisi cairan pada bibir bawahnya dengan diameter lesi 7mm. Dari hasil wawancara dengan kedua orangtua  pasien tersebut dapat diketahui bahwa kedua anak memiliki kebiasaan buruk menggigit bibir bawah. Diagnosa definitif mukokel ditegakkan setelah dilakukan wawancara orangtua dan anak serta pemeriksaan klinis pada pasien. Ditentukan rencana perawatan yaitu pengambilan mukokel dengan menggunakan elektrokauter yang bertujuan meminimalkan trauma dan nyeri pada pasien anak. 

Eksisi menggunakan elektrokauter dilakukan di bawah anestesi lokal pada bibir bawah. Dimulai dari tepi lesi dengan gerakan melingkar, perdarahan minimal didapati selama operasi. Lesi yang dipotong disimpan di formalin 10% dan dikirim untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pada kasus pertama tidak dilakukan penjahitan bekas luka sedangkan pada kasus kedua diperlukan penjahitan karena bekas luka lebih luas akibat ukuran lesi yang lebih besar. Kedua pasien menerima instruksi perawatan pasca tindakan dan kontrol setelah 7 hari.

Beberapa mukokel pecah dan dapat sembuh sendiri, tetapi dalam banyak kasus, tindakan eksisi yang dilakukan bisa sulit terutama pada anak-anak dan pasien dengan masalah perilaku. Perawatan standar untuk mukokel adalah pengambilan dengan tindakan bedah dan salah satu yang paling sering digunakan. Walaupun tidak membutuhkan banyak peralatan serta biaya yang rendah dan dapat dilakukan oleh sebagian besar dokter gigi terlatih. Namun teknik ini membutuhkan ketelitian dan detail yang tinggi serta membutuhkan kontrol instrumen yang besar dengan kesadaran taktil yang akurat. Kelemahan dari teknik ini yaitu lamanya penyembuhan pasca tindakan serta resiko perdarahan yang lebih besar dan adanya ketidaknyamanan pasca operasi.

Elektrokauter adalah instrumen presisi tinggi yang memiliki beberapa keunggulan dibandingkan pisau bedah. Terdapat efek termal yang ditimbulkan dari alat ini namun tidak mencapai jaringan yang lebih dalam, elektrokauter lebih tepat untuk jaringan superfisial. Meskipun kurang presisi bila dibandingkan dengan pemotongan menggunakan laser, elektrokauter tidak hanya lebih cepat, tidak mahal dan juga memberikan efek hemostasis yang lebih baik. Hasil akhir dari laporan kasus ini serupa dengan kasus yang dilaporkan di tahun 2018 oleh Gautam dkk yang juga melakukan eksisi mukokel menggunakan elektrokauter yiatu luka bekas  eksisi hampir tidak menimbulkan rasa sakit. Pemeriksaan saat kontrol hari ke-7 menunjukkan bahwa penyembuhan telah terjadi dan tidak ada keluhan dari kedua pasien. Dari banyak kelebihannya tersebut, menjadikan perawatan eksisi mukokel menggunakan elektrokauter menjadi pilihan untuk pasien anak-anak.

Penulis : Ardianti Maartrina Dewi, drg., M.Kes., Sp.KGA., K-PKOA

Judul artikel: Mucocele Excision Using Electrocautery in Pediatric Patient: A Case Report

AKSES CEPAT