51动漫

51动漫 Official Website

Embolisasi Transkateter Perkutan pada Pasien Fistula Arteri Koroner Besar yang Berliku

Embolisasi Transkateter Perkutan pada Pasien Fistula Arteri Koroner Besar yang Berliku

Fistula arteri koroner (CAF) adalah struktur abnormal yang menghubungkan arteri koroner ke ruang jantung atau pembuluh darah dada. Kebanyakan CAF tidak menunjukkan gejala, namun beberapa gejala yang mungkin muncul mulai dari dyspnea, kelelahan, aritmia, gagal jantung, iskemia miokard atau infark terutama karena fenomena steal, yaitu ketika fistula mencuri suplai perfusi koroner. Fistula dengan aliran tinggi, bergejala, atau fistula yang lama dikoreksi secara perkutan atau pembedahan. Pada dekade baru-baru ini, pendekatan perkutan dianggap efektif dan aman, terutama untuk fistula dengan diameter kecil dan lurus. Namun, metode embolisasi harus diputuskan oleh dokter secara individual.

Laporan Kasus : seorang laki-laki berusia 49 tahun mengalami nyeri dada berulang selama dua tahun terakhir. Rasa sakit berlangsung 5-10 menit, memburuk jika beraktivitas, dan mereda dengan istirahat. EKG dan kadar troponin tidak menunjukkan iskemia atau infark.Ia menderita diabetes selama sepuluh tahun dan rutin mengonsumsinya glimepiride dan metformin setiap hari. Dia menyangkal adanya hipertensi, merokok, dislipidemia, gangguan ginjal, stroke, dan penyakit jantung koroner. Tidak ada riwayat keluarga mati mendadak atau stroke. Tanda-tanda vital dan pemeriksaan fisik normal.

EKG menunjukkan ritme sinus 75x/menit, normoaksis, dan early repolarisasi pada sadapan II, III, dan aVF. Pada sineangiografi ostium arteri koroner left main (LMCA) didapatkan fistula besar yang berliku dari arteri koroner LAD proksimal dan perfusi LAD di distal CAF berkurang. Meski berliku dan diameternya lebar, di proksimal fistulanya sempit dan lurus, sehingga dapat dijadikan target embolisasi.

Evaluasi pasca-coiling menghasilkan 50-60% stenosis arteri LAD di ujung distal fistula. Embolisasi koil dilakukan tanpa komplikasi selama ataupun setelahnya prosedur

Follow up sineangiografi dilakukan lima bulan kemudian dan didapatkan posisi koil di situs asal dengan aliran sisa fistula minimal hampir tidak terlihat. Vaskularisasi LAD distal membaik dengan aliran TIMI 3, dibandingkan sebelum embolisasi (aliran TIMI 1). Dan pasien tidak lagi mengeluh keterbatasan aktivitas sehari-hari dan terkait gejala.

ACC/AHA merekomendasikan penutupan perkutan atau bedah dengan rekomendasi kelas I untuk fistula dengan iskemia miokard, aritmia, endarteritis, disfungsi ventrikel, dan pembesaran dengan ukuran besar atau kecil s/d sedang. Selain itu, beberapa penulis merekomendasikan penutupan bahkan pada pasien tanpa gejala untuk mencegah komplikasi.

Penulis: Prof. Dr. Yudi Her Oktaviano, dr.,Sp.JP(K)FIHA.FICA.FAsCC.FSCAI

Link:

Baca juga: Dampak Obat Penyakit Jantung Terhadap Peningkatan Gula Darah dan Diabetes

AKSES CEPAT