51动漫

51动漫 Official Website

Cerita Mahasiswa ISS MBKM Berkuliah di FH UNAIR

Selain Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM), program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek) yang memperbolehkan mahasiswa untuk belajar dan berkuliah di perguruan tinggi lain yaitu program Institutional Support System (ISS). Fakultas Hukum 51动漫 (FH UNAIR) ikut mendukung program ISS MBKM dan bekerja sama dengan universitas lain dalam rangka pertukaran mahasiswa ISS MBKM. 

Dua mahasiswa yang mengikuti program ISS MBKM di FH UNAIR yaitu Ahmad Irwansyah dan Sisilawanti yang keduanya berasal dari Universitas Mataram. Melalui wawancara dengan FH News pada Rabu (2/11/2022), Ahmad mengatakan program ISS MBKM berbeda dengan program PMM MBKM karena program ISS MBKM merupakan hasil kerja sama antara FH UNAIR dengan kampus asal mereka. Goal dari program ISS MBKM adalah untuk meningkatkan sumber daya manusia dari kampus yang melakukan kerja sama. 

淒i program ini cuma ada 10 mahasiswa yang dikirimkan ke UNAIR. Dua di antaranya yaitu saya dan Sisil masuk FH UNAIR, sisanya ke jurusan teknik di UNAIR atau ke kampus lain, jelas Ahmad. 

Sisil melanjutkan dengan menjelaskan untuk mengikuti program ISS MBKM hanya perlu melalui seleksi administrasi dan sesi interview. Sisil, Ahmad, dan kedelapan mahasiswa lain dari Universitas Mataram merupakan angkatan pertama program ISS MBKM. 

Mereka juga bercerita tentang mata kuliah dan dosen favorit mereka selama menempuh perkuliahan di FH UNAIR. Ahmad mengatakan ia menyukai mata kuliah Hukum Pidana Korupsi yang diajar oleh Iqbal Felisiano, S.H., LL.M. Menurutnya, cara penyampaian di kelas Hukum Pidana Korupsi tidak terpaku pada slide-slide PowerPoint sehingga sangat interaktif dan mudah dipahami. 

淜alau saya suka mata kuliah Etika Profesi Hukum dan Filsafat Hukum karena di sana kita benar-benar dibuat mikir. Dosennya juga membuat suatu gambaran yang akhirnya membuat pikiran kita terbuka dan berpikir secara radikal atau berpikir hingga ke akar-akarnya. Menurut saya itu sangat menarik, sambung Sisil. 

Ahmad dan Sisil mengambil 22 SKS (Satuan Kredit Semester) pada semester lima ini atau sekitar sembilan mata kuliah. Keduanya mengaku sempat kesulitan mengikuti salah satu mata kuliah di FH UNAIR karena mereka baru masuk saat perkuliahan sudah berjalan di minggu ketiga. 

淜ami agak kurang paham dengan mata kuliah Hukum Perdagangan Internasional karena materinya juga sangat variatif. Selain itu, mata kuliah Praktikum Pidana dan Perdata juga sulit karena harus sidang sampai malam, tapi overall keduanya seru kok dan kami alhamdulillah berhasil mengikuti dengan baik, tutur Sisil. 

Sebagai penutup, Ahmad dan Sisil menyampaikan harapan mereka untuk FH UNAIR ke depannya. Mereka berharap agar FH UNAIR semakin sukses dan mempertahankan peringkatnya. Mereka juga mengakui fasilitas-fasilitas di FH UNAIR dalam menunjang perkuliahan sudah sangat baik. 

淪emoga juga Gedung Pringgodigdo cepat rampung, pungkas Ahmad. 

 

Penulis : Dewi Yugi Arti