51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Kolaborasi dengan Alumni Angkatan 1995, Kementerian Hublu BEM FH UNAIR Selenggarakan Acara Career Talk

Kementerian Hubungan Luar Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum 51¶¯Âþ (Kementerian Hublu BEM FH UNAIR) berkolaborasi dengan komunitas Alumni FH UNAIR angkatan 1995 menyelenggarakan Career Talk: Knowing Yourself, Winning Your Future. Kegiatan talkshow dan pemaparan materi yang dilaksanakan secara offline di Ruang 303 Gedung A FH UNAIR pada Jumat (4/11/2022) itu mengundang alumni FH UNAIR angkatan 1995 sebagai pembicara, di antaranya Maria Sagrado, S.H., LL.M., M.Kn., Partner Makarim & Taira S. Law Firm; Royhan Nevy Wahab, S.H., LL.M., Minister Counsellor/Koordinator Fungsi Ekonomi di Kedutaan Besar Republik Indonesia; Ika Mauluddhina, S.H., M.H., Koordinator Kejaksaan Tinggi Bali; Letnan Kolonel CPM Rifky Nurachman, S.H., Komandan Satuan Pendidikan Perwira Pusat Pendidikan Polisi Militer TNI Angkatan Darat; Dr. Boedi Haryanto, S.H., M.H., Wakil Ketua Pengadilan Negeri Kediri; Donny Alamsyah Sheyoputra, S.H., M.Si., (HAN), LL.M., Lawyer dan Konsultan Hukum Kekayaan Intelektual Sheyoputra Law Office; dan Shofianti Ifada, S.H., Lawyer/Legal Consultant Law Firm Ricardo Simanjuntak & Partners. 

Acara dimulai dengan sambutan dari Koordinator Alumni FH UNAIR Angkatan 1995, Hary. Hary menyampaikan acara career talk diadakan agar para mahasiswa bisa mengenal berbagai profesi yang dijalani oleh para alumni FH UNAIR setelah lulus dari FH UNAIR. Ia berharap agar materi yang disampaikan oleh para pembicara, meskipun sedikit, dapat bermanfaat bagi para mahasiswa dalam menyusun prospek karier ke depannya. 

 Salah satu pembicara, Shofianti, mengatakan apa pun profesi lulusan FH UNAIR nantinya tetap harus dijalani dengan baik meskipun bukan berprofesi di bidang hukum. 

“Kita harus tetap bangga dengan profesi kita apa pun itu. Najwa Shihab juga lulusan Fakultas Hukum tetapi ia jadi jurnalis. Bercita-cita itu wajib, tetapi kalau di tengah jalan ada kebingungan ya wajar. Seiring berjalannya waktu, kita akan tahu sendiri akan menempuh karier apa ke depannya,” tutur Shofianti. 

Pembicara lain, Donny, berujar ia memilih karier sebagai konsultan Hukum Kekayaan Intelektual agar bisa memberikan saran sekaligus berpraktik di lapangan. 

“Saya menjadi konsultan HAKI (Hukum Kekayaan Intelektual, Red) agar bisa memberi advice sekaligus bisa praktik di lapangan. Saya bisa memberikan advice kepada sahabat-sahabat saya sebagai konsultan. Dan di saat yang bersamaan saya bisa praktik di lapangan sebagai advokat dalam kasus-kasus pelanggaran merek, pelanggaran hak cipta, dan lain-lain,” jelas Donny. 

Selain sesi talkshow dan pemaparan materi, para pembicara juga membagikan doorprize menarik berupa buku dan saldo Gopay.  

 

Penulis : Dewi Yugi Arti