51动漫

51动漫 Official Website

Enkapsulasi Probiotik Multi-strain Tingkatkan Imun dan Kualitas Ayam Pedaging

Sumber: Peternak.ID
Ilustrasi ayam (Foto: Peternak.ID)

Peningkatan permintaan daging ayam global mendorong industri perunggasan menghasilkan produk yang sehat, efisien, dan bebas dari residu antibiotik. Seiring dengan larangan penggunaan antibiotik sebagai pemacu pertumbuhan, peneliti dan industri mulai melirik probiotik sebagai solusi alami yang lebih aman. Probiotik telah terbukti mampu meningkatkan kesehatan saluran pencernaan dan kekebalan tubuh ayam.

Tantangan muncul ketika probiotik yang diberikan secara oral tidak mampu bertahan dalam saluran pencernaan ayam yang sangat asam dan dinamis. Enkapsulasi berbasis nanoteknologi hadir sebagai terobosan baru dengan membungkus bakteri probiotik menggunakan partikel nano dari kitosan dari cangkang udang. Teknologi ini membantu melindungi bakteri dari kondisi pH ekstrem dalam saluran cerna yang memperpanjang waktu hidup probiotik mereka di usus. Efek positif terhadap kesehatan ayam menjadi lebih optimal.

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium in vivo yang menggunakan desain post-test only control group. Ayam broiler berumur 5-6 minggu dibagi ke dalam beberapa kelompok perlakuan. Perlakuan tersebut meliputi: probiotik biasa, probiotik nano dalam dua dosis (penuh dan setengah), nanochitosan tanpa probiotik, dan kelompok kontrol tanpa perlakuan. Semua perlakuan diberikan secara oral selama 16 hari. Tujuannya untuk mengetahui efek dari nanoenkapsulasi probiotik terhadap daya tahan tubuh, struktur usus, dan profil darah ayam broiler.

Proses pembuatannya bermula dengan mengkultur mikroba berjenis Lactobacillus acidophilus, L. bulgaricus, Streptococcus thermophillus, Candida pintolopesii, Aspergillus oryzae, Saccharomyces cerevisiae, Bacillus subtilis, dan B. megaterium berkonsentrasi4 脳 109CFU/mLke dalam larutan yang dicampur dengan nanokitosan. Campuran kemudian dihomogenisasi menggunakan teknik ionic gelation听yang menghasilkan partikel berukuran sekitar 100-200 nanometer.

Analisis mikroskop menunjukkan bentuk partikel yang bulat dan terbungkus rapi, melindungi mikroba di dalamnya. Jumlah bakteri hidup dalam bentuk nano hanya sejumlah 1.3 脳 104听CFU/mL, lebih sedikit dibanding probiotik konvensional sebanyak of 4.5 脳 107听CFU/mL. Justru efek nanoenkapsulasi probiotik pada ayam broiler lebih unggul. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan tinggi vili usus dan kedalaman kripta yang menandakan peningkatan penyerapan nutrisi. Selain itu, terjadi lonjakan signifikan pada kadar sitokin IL-1, IL-12, dan IFN-纬攑enanda sistem imun yang aktif.

Temuan hasil histopatologi memperkuat temuan ini. Preparat histopatologi usus ayam yang diberi probiotik nano menunjukkan peradangan minimal, struktur usus lebih sehat, dan aktivitas sel imun di limpa meningkat. Hasil ini menjanjikan bahwa probiotik nano bukan hanya meningkatkan penyerapan pakan, tetapi juga memperkuat sistem pertahanan tubuh ayam terhadap penyakit. Meskipun tidak ada perbedaan signifikan dalam penambahan bobot tubuh selama penelitian, indikator kesehatan seperti profil darah dan enzim hati tetap stabil, membuktikan bahwa penggunaan probiotik nano aman dikonsumsi dalam jangka pendek. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan ayam dari umur sehari dan dilakukan hingga fase akhir pertumbuhan untuk menilai pengaruh jangka panjang.

Temuan membuka pintu menuju teknologi probiotik generasi baru yang lebih efektif, alami, dan berkelanjutan. Dengan menggabungkan bioteknologi dan ilmu nutrisi, probiotik nano bisa menjadi senjata ampuh peternak dalam menghadapi tantangan masa depan industri ayam broiler. Studi ini memberikan wawasan tentang potensi probiotik sistem nano untuk meningkatkan efisiensi penyerapan nutrisi dan modulasi kekebalan pada ayam pedaging. Sistem nano probiotik multi-strain berhasil disintesis dengan stabilitas yang dapat diterima dari waktu ke waktu. Probiotik yang dienkapsulasi nano menginduksi respons imun pada ayam pedaging.

Penulis: Faisal Fikri, drh., M.Si.

Infomasi detail artikel: Febrian, M.B., Saptiama, I., Marlina, M. Solfaine, R., Mahendra, I., Kurniawan, A., Fikri, F., Sediyoadi, L., and Hamid, I.S. 2025. Encapsulation of multi-strain probiotics using nanochitosan as a potential immunomodulator in broiler chicken. J. Saudi Soc. Agric. Sci. 24, 15. https://doi.org/10.1007/s44447-025-00021-y

AKSES CEPAT